Gedung Bank Mandiri Prioritas Padang

0 73

Gedung Bank Mandiri Prioritas

Bangunan Gedung PT Bank Mandiri Prioritas ini berada dalam bentang alam dataran rendah. Gedung PT. Bank Mandiri ni sangat mudah diakses, baik dengan kendaraan roda dua maupun lebih. Hal ini karena gedung ini terletak di pinggir raya Sudirman. Dari hasil survei literatur, didapatkan bahwa bangunan ini pada awalnya merupakan rumah tempat tinggal pejabat Belanda.

Terdiri dari 2 (dua) buah bangunan. Bangunan utama berada di sisi utara, dan bangunan lainnya yang kemugkinan merupakan pavilliun di sisi selatan. Antara bangunan utama dengan bangunan pavilliun dihubungkan oleh koridor terbuka sepanjang 2 m dan lebarnya 80 cm. koridor ini pada awalnya beratap, namun sekarang atapnya sudah dibongkar. Hal ini bisa dilihat dari sisa-sisa kayu untuk atap yang masih menempel di dinding bagian atas dari kedua bangunan tersebut dan lantai koridor yang terbuat dari tegel. Kedua bangunan ini berdenah persegi panjang dengan atap berbentuk limas agak runcing.

Bangunan utama. Pintu masuk berada di sisi barat laut, dengan teras beratap, selain teras di bagian depan juga terdapat serambi di bagian samping belakang yaitu di sisi selatan. Serambi tersebut diberi pagar dari kayu yang berukir setinggi 50 cm. Pintu masuk selain dari depan juga ada di bagian samping belakang sisi selatan, juga dibagian belakang di sisi barat.

Pintu masuk yang dibelakang berjumlah 3 (tiga) buah. Setelah pintu belakang terdapat bangunan baru yang merupakan bangunan tambahan. Bangunan tambahan tersebut menyatu dengan bangunan utama. Selain bangunan tambahan di belakang, secara keseluruhan bangunan ini masih asli. Bangunan utama terdiri dari 7 (tujuh) ruangan, 2 (dua) buah ruangan besar yang merupakan ruang tamu dan ruang keluarga, 2 (dua) buah ruangan di belakang dipergunakan sebagai dapur dan ruang makan, sementara 3 (tiga) buah ruangan merupakan kamar tidur. Masing-masing ruangan terdiri dari pintu kayu yang berdaun pintu dua buah, jendela juga berdaun dua naum terbuat dari kaca, serta sebuah ventilasi di 26Tim Penyusun.

Pandataan Ulang Bangunan Kolonial di Kotamadya Padang dalam Rangka Pencagar Budayaan. Pintu dan jendela juga merupakan komponen ciri khas kolonial, yaitu berukuran tinggi. Arsitektur kolonial lainnya yang diperlihatkan memiliki ciri-ciri umumnya bangunan kolonial, yaitu bangunan tinggi, kokoh, atap miring untuk bangunan rumah. Lantai terbuat dari tegel berwarna abu-abu dengan ukuran 20 cm x 20 cm. Lantai bagian teras dan ruang tamu tidak bermotif, sedangakan 6 (enam) ruangan yang lain lantainya bermotif hias geometris, berwarna putih dengan ukuran tegel sama 20 cm x 20 cm. Bangunan Pavilliun. Bangunan ini memanjang ke belakang. Bangunan ini terdiri dari 7 buah ruangan, 1 ruangan di bagian depan dengan pintu masuk di sisi timur tanpa teras. 5 ruangan lainnya merupakan deretan kamar memanjang kebelakang dengan pintu berada di sisi utara. Sebuah  ruangan lagi merupakan  kamar mandi. Ruangan pavilliun ini sekarang dipergunakan sebagai tempat tinggal dari salah seorang satpam Bank Mandiri.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kota-Padang.pdf
Comments
Loading...