Gedung Bank Indonesia Kediri

0 325

Lokasi Gedung Bank Indonesia Kediri

Gedung ini terletak di Jalan Brawijaya No. 2 Kelurahan Pocanan, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Lokasi gedung BI ini tepat berada di depan gedung OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau bersebelahan dengan gedung Asuransi Jiwa Sinar Mas MSIG yang joint venture with Mitsui Sumitomo Insurance.

Sejarah Gedung Bank Indonesia Kediri

Awalnya, gedung BI ini merupakan Kantor De Javasche Bank (DJB) Kediri. Semula bangunanya bergaya Indische Empire dengan ditopang oleh dua pilar di bagian depannya dan memiliki tiga pintu utama. Lalu pada tahun 1927, seiring perkembangan kantor DJB tersebut, dilakukan perombakan bangunan sesuai kebutuhan kala itu. Pada waktu itu, Kediri berkembang menjadi kota strategis untuk mengendalikan peredaran uang yang dinamis. Hal ini dikarenakan pada saat itu, Kediri menjadi pusat pertanian, perkebunan, dan industri (gula). Saat itu, Kediri memiliki beberapa pabrik gula (PG) dengan skala besar, seperti PG Jengkol (tutup), PG Pesantren, PG Ngadiredjo, PG Mritjan serta PTPN X yang mengelola cacao dengan ekspor poduksinya ke Eropa.

Perombakan bangunan tersebut bersifat menyeluruh, dari bangunan satu lantai menjadi bangunan dua lantai seperti yang bisa dilihat hingga sekarang ini. Gedung tersebut masih dipercayakan kepada biro arsitek yang menjadi rekanan De Javasche Bank untuk merancang kantornya yang berada di Hindia Belanda, yaitu N.V. Architecten-Ingenieursbureau Fermont te Weltevreden en Ed. Cuypers te Amsterdam, atau secara singkat dikenal dengan nama Biro Fermont-Cuypers.

Biro arsitek yang menjadi rekanan De Javasche Bank adalah Biro Arsitek Ed. Cuypers en Hulswit, sebuah kantor konsultan arsitektur yang didirikan di Batavia pada tahun 1908 oleh dua arsitek, yaitu Marius J. Hulswit dan Eduard Henricus Gerardus Hubertus Cuypers sebagai kantor cabang dari biro yang sama di Amsterdam.

Bangunan Gedung Bank Indonesia Kediri

Gaya bangunan Bank Indonesia di Kota Kediri tidak seperti Bank Indonesia yang ada di Indonesia yang pada umumnya gaya arsitekturnya Neo-Klasik dengan kolom-kolom Yunani yang tinggi, namun di Kediri mempunyai ciri arsitektur yang berbeda, terutama terlihat pada bentuk atapnya yang menyerupai atap masjid. Atap berbentuk limasan dengan di bagian puncak terdapat kubah. Gaya arsitektur modern yang telah disesuaikan dengan iklim tropis yang ada di Kediri ini, sedikit banyak dipengaruhi juga dengan gaya bangunan joglo.

De Javasche Bank kemudian dinasionalisasi menjadi Bank Indonesia pada 1 Juli 1953 bersamaan dengan berlakunya UU Pokok Bank Indonesia Nomor 11 Tahun 1953, dan sekarang menjadi Kantor Bank Indonesia Perwakilan Dalam Negeri Regional II.

Kota Kediri tergolong beruntung memiliki peninggalan De Javasche Bank sehingga perjalanan sejarah Bank Indonesia di Kota Kediri bisa terekam dalam arsitktur bangunan lawas gedung Bank Indonesia. Arsitektur yang mewarnai gedung tersebut seolah menceriterakan dinamika yang terjadi pada masa lalu.

Source Gedung Bank Indonesia Kediri Jawa Timur
Comments
Loading...