Gedong Pasirlangkap, Saksi Bisu Pembantaian Anggota PKI di Sukabumi

0 131

Gedong Pasirlangkap, Saksi Bisu Pembantaian Anggota PKI di Sukabumi

Gedong Pasirlangkap adalah saksi bisu pembantaian sejumlah anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Di bangunan kuno yang terletak di Desa Cicareh, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat itu pernah ditemukan belasan tengkorak manusia.

Memang belum ditemukan adanya bukti-bukti kuat yang menunjukkan bahwa tempat tersebut pernah digunakan untuk pembunuhan orang-orang dari partai terlarang. Kendati demikian, penemuan tengkorak manusia dan kesaksian warga sekitar dapat menjadi referensi sementara.

Juariyah (73) warga sekitar mengatakan bahwa almarhum suaminya, Suparman sering menceritakan hal tersebut. “Bapak ketika masih ada, selalu bercerita soal kebenaran bahwa di Gedong Pasirlangkap itu pernah dijadikan tempat penyiksaan dari tawanan orang komunis,” beber Juariyah kepada redaksi Radarsukabumi.com.

Masih berdasarkan keterangan almarhum suaminya, Juariyah mengatakan, para tahanan PKI itu diminta menggali dua buah lubang. Satu lubang di antara bangunan utama dan sayap kanan yang ditumbuhi pohon Mangga. Sedangkan satunya lagi di belakang gedung yang dibangun pada 1912 itu.

BACA: Jejak-jejak Pembantaian Massal di Sukabumi

Kemudian, para tahanan PKI itu ditembak dan jenazahnya dimasukkan ke lubang. Beberapa orang sempat melarikan diri, tapi segera disusul rentetan tembakan. Namun ia tidak tahu mereka selamat atau tidak.

“Ya sekarang rumah peninggalan Belanda itu, sudah digunakan sebagai kantor PT Hardja Setia,” terangnya.

Lisnawati (49), warga sekitar lainnya meneruskan keterangan Juariyah. Lokasi yang kini menjadi perkebunan sawit itu pernah didatangi juga oleh para peneliti dari beberapa daerah, terutama oleh orang Jakarta.

Lokasi gedung yang terletak di atas bukit Cikidang ini, dulu satu-satunya bangunan megah yang berdiri di wilayah itu. Bahkan, warga sekitar tidak berani mendatangi apalagi masuk kedalam.

“Dulu orang pekebunan terkenal. Ayah saya terkenal se-Kabupaten mungkin, bahkan saya juga sebagai anaknya tidak memiliki teman dulu. Karena mereka merasa takut saya tinggal digedongan,” jelasnya.

Berdasarkan pengamatan, kawasan itu sekarang hanya berupa tanah lapang yang ditumbuhi rerumputan. Hanya pohon mangga yang masih tegak berdiri.

Namun, berdasarkan cerita dari ayahnya, di belakang gedung ada sekitar lahan 100 meter yang digunakan untuk kuburan massal tersebut.

“Sampai saat ini, cerita itu masih saya ingat sedikit-sediki. Tapi lebih lengkapnya saya lupa,” tegasnya.

Source https://radarsukabumi.com https://radarsukabumi.com/2018/09/30/gedong-pasirlangkap-saksi-bisu-pembantaian-anggota-pki-di-sukabumi/2/
Comments
Loading...