Sejarah GPIB Griya Mulya Purworejo

0 173

Sejarah GPIB Griya Mulya

Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Purworejo terletak di Jalan Urip Sumoharjo No. 24 Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

GPIB termasuk Gereja Protestan atau Indische Kerk. Awalnya, gereja ini sering disebut sebagai “gereja pemerintah”, karena kala itu gereja ini dipimpin oleh seorang pendeta yang adalah pegawai pemerintah. Gereja ini didirikan pada tanggal 12 November 1879 dengan arsitektur gaya Eropa beratap pilar dan pilaster bergaya Yunani. Gereja ini memiliki luas areal sekitar 1.450 m², dan telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten setempat sebagai cagar budaya dengan nomor inventarisasi 11-06/Pwr/TB/1.

Karakteristik Bangunan GPIB Griya Mulya

GPIB berupa bangunan dengan arsitektur kolonial yang dicirikan dengan adanya pilar dan pilaster di bagian depan bangunan. Pada bagian depan bangunan gereja terdapat teras berdenah ukuran 1,5 x 3 meter berada di depan pintu utama. Konstruksi pilaster dan kolom tersebut sekaligus merupakan penahan struktur menara lonceng setinggi 15 meter dari lantai.

Sedangkan, bangunan utama gereja ini berdenah ukuran 8 x 23 meter. Dilihat dari struktur bangunannya, dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua), yaitu bangunan utama dan bangunan pelengkap. Bangunan utama memiliki ukuran 8 x 15 meter. Atap bangunan berbentuk pelana dengan kemiringan 50 derajat, tanpa tritisan. Secara structural, bangunan utama terdiri dari satu ruangan dengan satu buah pintu utama dan lima buah pintu penghubung serta sebagai penerangan terdapat delapan buah jendela. Jendela berbentuk lengkung lancip pada puncaknya. Secara fungsional bangunan utama memiliki tiga ruangan, yaitu ruang mimbar, ruang jemaat, dan ruang transit.

GPIB Griya Mulya

Ruangan mimbar berukuran 130 x 180 cm, dengan lantai tegel “gelar” abu-abu setinggi 80 cm dari lantai jemaat. Pembatas mimbar berupa dinding dari papan jati setinggi satu meter. Di depan mimbar, selebar ruang utama dibuat altar dengan ketinggian 40 cm dari lantai ruang jemaat. Ruang jemaat memiliki ketinggian 60 cm dari tanah halaman. Selain itu, di gereja tersebut juga terdapat bangunan sarana yang terdiri dari tempat ganti pendeta dan kantor pengurus gereja.

Struktur ruangan sarana dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu sisi timur berdenah ukuran 5 x 8 meter sebagai ruang kantor. Lantai ruangan dari tegel abu-abu, di dinding utara dan selatan terdapat dua buah jendela, salah satu jendela (jendela sisi selatan) diturunkan letaknya dan dialihfungsikan sebagai pintu penghubung ruang kantor dengan rumah pendeta. Pada dinding timur terdapat pintu keluar menuju ke selasar belakang bangunan. Di atas ruang ganti pendeta, terdapat loteng yang difungsikan sebagai gudang. Untuk naik ke loteng menggunakan tangga kayu yang masih difungsikan sampai sekarang.

Source GBIP Griya Mulya Purworejo
Comments
Loading...