Gapura Petilasan Ki Ageng Mangir Bantul

0 14

Gapura Petilasan Ki Ageng Mangir

Sepasang gapura Petilasan Ki Ageng Mangir bergaya Majapahitan terbuat dari susunan batu bata menjadi penyambut  situs di tempat ini. Gapura tersebut terhubung dengan bubungan limasan terpancung beratap genteng. Area Petilasan Ki Ageng Mangir ini berbentuk semacam kantung. Dikelilingi oleh rumah penduduk, dengan pelataran cukup luas. Salah satu peninggalan di Petilasan Ki Ageng Mangir ini adalah sebuah batu umpak berukuran cukup besar di bawah pohon tua.

Sebelumnya banyak yang belum pernah mendengar atau mengetahui nama Ki Angeng Mangir. Ketika berbicara tentang Ki Ageng Mangir, umumnya akan merujuk pada sosok Ki Ageng Mangir III yang terpikat oleh Rara Pembayun. Anak Panembahan Senapati yang menyamar sebagai waranggana atau sinden. keturunannya dengan Rara Pembayun yang kemudian melahirkan Trah Kalapaking. Konon, ki Ageng Mangir masih merupakan keturunan garis Majapahit dan memiliki kedigjayaan (berilmu tinggi). Beliau tidak bersedia tunduk kepada Mataram dan lebih memilih menjadi penguasa di sebuah Tanah Mangir merdeka yang kuat.

Karena kedigjayaan Ki Ageng Mangir, Patih Mandaraka (Ki Juru Mertani) melarang panembahan senopati sebagai Raja Mataram saat itu untuk melawan sendiri. Melalui strategi rantai mas (memikat), Juru Mertani meminta pada Panembahan Senapati agar Sekar Pembayun (putri sulung Panembahan Senapati), diutus untuk menjadi Penari ledhek (tayub). Perutusan ini dimaksudkan untuk memikat Mangir hingga nantinya tunduk pada Mataram.

Source http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/ngayogyakarta-hadiningrat/mataram-islam/784
Comments
Loading...