Gapura Kuna Puri Andul Negara Bali

0 36

Gapura Kuna Puri Andul Negara Bali

Sejarah berdirinya Puri Andul dapat diketahui dari masa pemerintahan Kerajaan Brambang di Jembrana. Ketika I Gusti Agung Widia bertahta di Gelgel, beliau mengutus salah seorang putranya yang bernama I Gusti Ngurah Basangtamiang dengan pengawalan berupa pasukan perang dan beberapa orang rakyat untuk menempati sebuah daerah bernama Brambang yang berlokasi di Jembrana. Selain mengemban tugas dari ayahnya, juga atas perintah Dalem yang memerintah di Gelgel pada saat itu.

I Gusti Ngurah Basangtamiang akhirnya tiba di Desa Brambang untuk memegang tampuk pemerintahan dan mendirikan sebuah istana. Atas perintah Dalem agar istana yang dibangun terletak di dataran yang tinggi, agar berdirinya istana di Brambang akan dapat dilihat dari Blambangan (Banyuwangi), yang merupakan jajahan Kerajaan Gelgel. Pada saat pemerintahan I Gusti Ngurah Basangtamiang di Kerajaan Brambang, seluruh rakyat dan para patihnya sangat setia, taat, dan patuh kepada beliau.

Sekitar tahun 1621 caka (1699 masehi) Kerajaan Brambang diperintah oleh I Gusti Putu Tapa, merencanakan akan melaksanakan upacara maligya bagi para leluhur yang telah wafat. Untuk menyampaikan maksud tersebut I Gusti Putu Tapa mengutus adiknya I Gusti Made Yasa ke Mengwi dan memohon agar Raja Mengwi bersedia menghadiri acara tersebut.

Setelah meyampaikan maksud tersebut kepada Raja Mengwi, I Gusti Made Yasa dan rombongan dari Kerajaan Brambang segera mohon diri untuk kembali ke Jembrana. Sebelum tiba di Istana Brambang, beliau dicegat oleh hamba beliau dan mengatakan bahwa kerajaan beserta istana telah hancur dan musnah akibat bencana yang melanda. I Gusti Made Yasa beserta rombongan kembali ke Mengwi untuk meyampaikan apa yang terjadi di Kerajaan Brambang. Dengan adanya pristiwa tersebut Raja Menwi membuat kebijakan untuk tetap mempertahankan jalinan kekeluargaan diantara Kerajaan Brambangan dan Mengwi.

Beliau mengawinkan I Gusti Made Yasa dengan I Gusti Ayu Resik, serta menganugrahkan sebilah keris yang bernama I Kebo Dongol dan sebuah tombak yang bernama I Dukuh Sakti serta dianugrahkan 100 orang rakyat untuk membangun kembali Kerajaan Brambang. I Gusti Made Yasa beserta rakyatnya membangun kembali istana di tempat yang baru. Lokasi ini banyak ditumbuhi pepohonan, baik besar maupun kecil. Diantara pepohonan itu banyak terdapat pohon andul. Dalam kitab sastra Jawa Kuna “Kalangwan” karya P.J. Zoetmulder, yang dimaksud dengan pohon andul adalah pohon rijasa. Oleh sebab itu istana yang dibangun di lokasi tersebut disebut dengan Puri Andul, karena dikelilingi oleh pohon andul.

Perkawinan I Gusti Made Yasa dengan I Gusti Ayu Resik dikaruniai seorang putra bernama I Gusti Gde Andul. Atas persetujuan Raja Mengwi, setelah dewasa beliau memerintah di Jembrana. I Gusti Made Yasa akhirnya meninggal karena usianya yang telah lanjut. Pemerintahan I Gusti Gde Andul melanjutkan sistem pemerintahan ayahnya, dan beliau sangat taat dan masih mengadakan hubungan yang baik dengan Kerajaan Mengwi.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbali/evaluasi-pemugaran-gapura-kuna-puri-andul-negara/
Comments
Loading...