Gapura Bajang Ratu Mojokerto

0 226

Lokasi Gapura Bajang Ratu

Gapura Bajang Ratu terletak di Dukuh Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.

Sejarah Gapura Bajang Ratu

Nama Bajang Ratu ada hubungannya dengan Jayanegara. Bajang artinya kecil/kerdil/tidak jadi. Seperti istilah Pabajangan yang berarti kuburan anak kecil. Menurut Kitab Pararaton maupun dalam legenda, Jayanegara dinobatkan menjadi raja ketika masih kecil (bajang) sehingga gelar ratu Bajang sangat melekat pada dirinya.

Nama Bajang Ratu pertama kali disebut dalam Oudheikunding Verslag (OV) pada tahun 1915. Penyelamatan yang pertama dilakukan pada tahun 1890 dengan jalan dipasang balok kayu sebagai penyangga dan kemudian diganti dengan besi karena kayu tersebut kropos (lapuk). Seperti yang dilaporkan oleh Knebel pada tahun 1907. Penyelamatan dari keruntuhan total diselesaikan pada tahun 1915, sedang penggalian dan penelitian dilakukan pada tahun 1919.

Bangunan Gapura Bajang Ratu

Denah bangunan berbentuk persegi empat dan ukuran panjang 11,5 meter kali lebar 10,5 meter serta tinggi bangunan 16,5 meter. Tinggi lorong pintu 1,4 meter. Secara vertical Gapuran Bajang Ratu dibagi menjadi tiga bagian (kaki, tubuh dan atap). Tinggi kaki gapura 2,48 meter. Struktur kaki terdiri dari bingkai bawah, badan kaki dan atas. Pada sudut kaki masing-masing terdapat hiasan/panil, kecuali pada bagian kiri depan dihiasi dengan relief Sri Tanjung. Dalam kisah tersebut, muncul tokoh Ranini, jelmaan Dewi Uma, isteri Siwa.

Bajang Ratu merupakan pintu masuk dengan bentuk paduraksa (beratap tunggal). Atapnya tinggi terdiri dari tingkatan-tingkatan horizontal dengan puncak berbentuk kubus. Pada atap terdapat beberapa hiasan relief, antara lain: relief kalamakara, relief naga berkaki, relief kepala kala, relief surya (matahari), relief mata satu dan relief ratna (mahkota/kelopak bunga). Relief-relief di atas mempunyai fungsi sebagai pelindung/penolak bala, penolak dari segala macam mara bahaya. Pada bingkai pintu terdapat ornament, berupa relief binatang bertelinga panjang dengan ekor berbentuk sulur gunung sebagai hiasan.

Pada samping kanan dan kiri bangunan induk panil yang agak sempit dihiasi dengan relief Ramayana (menggambarkan peperangan antara manusia kera dengan raksasa). Gapura ini juga bias disebut dengan gapura bersayap (melambangkan bentuk pelepasan) karena bagian kiri dan kanan terdapat sayap (pagar) yang kini tinggal pondasi. Pada lantai dan atap diletakkan umpak persegi panjang dengan 4 buah lubang di bawah dan 4 buah lubang lagi di atas.

Source Gapura Bajang Ratu Mojokerto
Comments
Loading...