Fraterschool Malang

0 57

Fraterschool Malang

Fraterschool atau yang sekarang bernama SMAK Frateran Malang, adalah Sekolah Menengah Atas Katolik yang dibangun sejak zaman Kolonial Belanda. Sekolah ini merupakan pusat pendidikan untup para calon pastor kala itu.

SMAK Frateran Malang dibangun pada tahun 1926 dengan arsitek Hulswit, Fermount & Ed Cuypers dari Batavia (Jakarta). Sekolah katolik ini berada dibawah Konggregasi Frater Bunda Hati Kudus (BHK) Indonesia. Konggregasi yang didirikan Frater Mgr Andreas Ignatius Schaepman itu sendiri diresmikan pada 13 Agustus 1873 di Utrecht, Belanda.

Sama dengan Zusterschool yang juga dibangun di kawasan Celaket, Fraterschool kala itu menjadi perwujudan kepedulian Belanda dalam hal pendidikan. Keberadaan gedung sekolah itu semakin menegaskan Celaket yang sekarang menjadi Jalan Jaksa Agung Suprapto sebagai pusat pendidikan di Malang.

Arsitek Hulswit, Fermont & Ed. Cuypers merancang Frataerschool untuk mendukung Lembaga Keagamaan Gereja Katolik Di Malang. Penekanan nuansa religius ini terasa kuat pada bangunan sekolah ini. Hal tersebut terlihat dari bentuk jendela yang mengerucut ke atas menyerupai busur. Hal ini menyimbolkan persembahan pada Keagungan Tuhan seperti bentuk jendela pada gereja-gereja yang beraliran Gothic.

Pada laman Sulurliar disebutkan, bangunan sekolah ini masih memakai kaidah simetris peninggalan masa Renaissance. Bangunan berlantai dua di sekolah ini tampil lebih akrab tanpa hadirnya kolom-kolom ionic/doric yang terkesan monumental. Pernak-pernik ornamen ciri khas aliran Neoklasik (aliran Renaissance yang terpengaruh Gothic) juga masih tampak dalam disain sekolah ini untuk mempercantik bagunan, misalnya lantern beratap indah dan cukup mencolok berada di tengah atap.

Sedangkan pencahayaan dan penghawaan alami berasal dari jendela dan ventilasi yang cukup banyak jumlahnya. Ada pula variasi bentuk jendela yang dimainkan dengan irama tertentu, misalkan pada bangunan tengah, bentuk jendela yang mengerucut ini diulang lagi pada kedua bangunan di sisinya sebagai ventilasi.

Komposisi ini melahirkan sebuah bangunan cantik yang kaya ornamen hasil dari padu padan beberapa ragam bidang. Estetika bangunan ini dicapai dengan mencampurkan komposisi bidang-bidang dan garis dengan ornamen-ornamen khas Neoklasik.

Sebelum menjadi SMAK Frateran, Bangunan Fraterschool Malang ini sempat dimanfaatkan sebagai Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Namun seiring dengan penutupan SPG oleh pemerintah pada 15 Agustus 1988, gedung sekolah tersebut berganti nama menjadi SMA Katolik Frateran. Sejak saat itu, tanggal tersebut dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun sekolah.

Di usia yang tergolong masih muda jika merujuk pada usia manusia, SMAK Frateran Malang telah meluluskan ribuan alumni. Sejak didirikan, baik prestasi akademik maupun non-akademik pernah disabet siswa-siswi sekolah ini, di antaranya di bidang basket, futsal, paduan suara, dan modern dance.

Yang membanggakan, hingga saat ini SMAK Frateran Malang masih menjadi biara bagi para frater alias calon pastor. Dengan dipercayakan pengelolaannya kepada Yayasan Mardi Wiyata, SMAK yang juga disebut SMAK Mardi Wiyata ini selalu menekankan pendidikan yang bersifat holistik, yakni pendidikan intelektual (kognitif), afeksi (hati dan kepribadian), serta keterampilan (life skill) sesuai dengan visi dan misi SMAK Frateran.

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2015/12/13/fraterschool-malang-sekolahnya-para-calon-pastor/
Comments
Loading...