Eks PLTU Kubang Sirakuk (Menara, Bungker, Pompa Air) Sawahlunto

0 9

Eks PLTU Kubang Sirakuk (Menara, Bungker, Pompa Air)

Menara cerobong asap Electrische Centrale menjulang tinggi, lebih dari 75 meter. Menara yang dibangun dengan semen coran, merupakan menara kedua pengganti menara pertama yang terbuat dari pipa besi. Gambaran itu tampak jelas pada dokumentasi foto awal abad 20 itu. Setelah bangunan eks. sentral listrik menjadi mesjid sejak tahun 1952, menara cerobong asapnya ikut pula menjadi bagian simbol menara Mesjid Agung Nurul Iman. Dibawah bangunan ini terdapat bunker berupa lorong-lorong yang dipergunakan oleh para Pejuang Kemerdekaan sebagai gudang senjata seperti granat dan senjata lainnya. Lorong-lorong yang ada sebenarnya dirancang untuk instalasi utilitas bangunan listrik. Sedangkan pada jaman penjajahan Jepang digunakan sebagai bengkel persenjataan. Setelah bengkel senjata dipindahkan kebengkel besar maka bangunan ini difungsikan sebagai tempat ibadah yang sekarang bernama mesjid Agung. Lorong-lorong yang ada sekarang sudah tidak terawat, digenangi air sehingga tidak memungkinkan untuk masuk kecuali dikeringkan airnya lebih dahulu.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kota-Sawahlunto.pdf
Comments
Loading...