De Drie Locomotiven

0 102

De Drie Locomotiven

De Drie Locomotiven merupakan bangunan yang dirancang arsitek kelahiran Rotterdam, Belanda, Albert Frederick Aalbers. Mulanya, tiga gedung yang kerap disebut gedung kembar itu berfungsi sebagai vila dan rumah tinggal. Pembangunannya dimulai pada 1936 dan rampung setahun kemudian. Ketiga vila tersebut lalu diberi nama De Drie Locomotiven atau tiga lokomotif. Ada pula yang menyebut Drie Locomotif dan Vila Locomotif.

Pembangunan Vila Locomotif adalah salah satu perwujudan rencana perluasan kawasan di Bandung utara dengan konsep yang disebut Uitbreiding Plan Bandoeng Noord. Kala itu, Bandung utara dirancang untuk pembangunan perumahan masyarakat Eropa. WH Hoogland ialah salah satu pegiat dan promotor pembangunan di Bandung yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Denis Bank (kini gedungnya digunakan sebagai Kantor Bank BJB di Jalan Braga). Hooglandlah yang menjadi inisiator pembangunan tiga vila lokomotif, lalu bekerja sama dengan AF Aalbers.

Atap ketiga bangunan Locomotiven berbentuk datar. Materialnya menggunakan beton dan dianggap sebagai terobosan pada masa itu. Gaya arsitekturnya juga kerap dikaitkan dengan istilah Prancis, beton brut, yakni sebutan untuk penggunaan material beton yang digunakan arsitek asal Swiss, Le Corbusier. Hampir sama dengan beberapa karya Aalbers yang lain, yaitu Gedung Denis dan Hotel Savoy Homann, muka bangunan De Drie Locomotiven juga memiliki lengkungan yang anggun.

De Drie Locomotiven adalah salah satu karya Aalbers yang dibuat di tahun-tahun terakhirnya di Hindia Belanda. Pada 1942, Aalbers ditangkap pasukan Jepang lalu ditempatkan di kamp tawanan Cimahi. Kesehatannya semakin memburuk hingga akhirnya pada 1946, Aalbers beserta istri dan dua anak perempuannya dipulangkan ke Belanda. Di sana, dia tetap berkarier sebagai arsitek. Kondisi kesehatan Aalbers yang tidak stabil membuat keinginannya kembali ke Bandung tidak pernah terlaksana. Perancang kelahiran tahun 1897 itu pun meninggal dunia pada 1961.

Kini, tiga lokomotif itu praktis tidak ada lagi. Padahal, mulanya ketiga vila itu merupakan satu kesatuan. Sayangnya, pelestarian benda cagar budaya kerap kali kalah berkompromi dengan pesatnya bisnis fashion dan kuliner di Bandung. Tinggal satunya Lokomotif tersisa yang masih bisa dinikmati keindahannya, meski terasa tak lengkap.

Source http://info.pikiran-rakyat.com http://info.pikiran-rakyat.com/?q=info-kita/de-drie-locomotiven
Comments
Loading...