Candi Selotumpuk Blitar, Bukan Sekedar Tumpukan Batu

0 82

Candi Selotumpuk Blitar, Bukan Sekedar Tumpukan Batu

Candi Selotumpuk secara harfiah berarti candi batu tumpuk (Selo = Batu), oleh karenanya tidak aneh juga jika ada yang menyebut candi ini dengan nama Watu Tumpuk. Secara administratif candi ini terletak di Desa Pagerwojo, Kesamben, Kab. Blitar. Letaknya sedikit jauh dari pemukiman, karena berada di puncak Gunung Batok.

Untuk menuju Candi Selotumpuk kalian bisa memarkirkan kendaraan di rumah warga, karena sejauh ini memang belum ada tempat parkir khusus bagi pengunjung candi. Selanjutnya perjalanan bisa dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak yang nantinya mengarah ke puncak Gunung Batok. Gunung tersebut tidak terlalu tinggi, hanya diperlukan waktu sekitar 20 menit untuk mancapai puncak, tapi tetap saja pendakian kecil ini tidak bisa diremehkan. Kerapatan vegetasi yang rendah membuat suasana pendakian sedikit terik di musim kemarau.

Sesampai di puncak, kalian akan menjumpai candi yang dimaksud. Sesuai dengan namanya, Candi Selotumpuk benar benar terlihat seperti tumpukan batu. Tumpukannya jelas sudah tidak sesuai dengan bentuk aslinya, tapi salut karena tumpukannya rapi berbentuk persegi. Tepat disamping candi terdapat sebuah gazebo, jika capek mendaki, kalian bisa menggunakannya untuk beristirahat sembari menikmati keindahan alam di puncak Gunung Batok.

Candi Selotumpuk memiliki ornamen hias yang cukup indah. Tampak beberapa antefik dan batu candi dihiasi dengan pahatan ornamen sulur, mirip dengan ornamen sulur Candi Simping. Pada Candi Selotumpuk kalian juga dapat menjumpai keberadaan kala dan kemuncak candi. Melihat ukurannya yang tak terlalu besar, mungkin kala dan kemuncak ini bagian dari miniatur candi.

Candi Selotumpuk kemungkinan juga memiliki relief naratif. Relief tersebut dapat diamati pada dinding candi yang terletak di samping gazebo. Disana terlihat relief yang menggambarkan dua tokoh yang sedang duduk bersila saling berhadapan. Salah satu tokoh digambarkan gemuk dan satunya kurus. Diduga relief tersebut adalah penggalan dari cerita Bukbuksah Gagangaking.

Candi yang telah runtuh ini sebenarnya dibangun dengan perancangan yang matang. Tampak jelas bahwa sejumlah batu penyusun candinya diberi penomoran. Aksara yang digunakan dalam penomoran tersebut adalah aksara Jawa Kuno. Meski sudah runtuh ternyata Selotumpuk masih meninggalkan sisa-sisa kemegahannya.

Source https://travellersblitar.com https://travellersblitar.com/candi-selotumpuk-blitar-bukan-sekedar-tumpukan-batu-renewal/
Comments
Loading...