Candi Pegulingan Bali

0 64

Candi Pegulingan

Komponen-komponen bangunan yang ditemukan dapat dikelompok-kan berdasarkan bentuk dan ornamen dari masing-masing balok batu. Di antara balok-balok batu itu ada berupa perbingkaian dengan beberapa ornamen seperti bentuk padma, ceplok bunga, untaian ratna (permata), sisi ghenta, relief gana dan lain-lain. Batu-batu tanpa ornamen (polos) jumlahnya cukup banyak, dan sangat sulit ditafsirkan letaknya (penempatan) pada bangunan itu.

Akan tetapi, di sini dapat diperkirakan bahwa batu-batu polos itu berasal dari bagian kaki.Di Pura Pegulingan ditemukan sisa bangunan (candi) yang dibuat dari blok-blok batu padas dengan perekat (spesi) tanah liat. Berdasarkan hasil ekskavasi yang dilakukan, dapat diketahui bahwa bangunan tersebut berbentuk persegi delapan dengan garis tengah tujuh meter, dengan susunan makin ke atas makin membesar. Blok-blok batu yang masih tersisa dan berada pada tempat aslinya tidak sama pada setiap bidangnya.

Kotak peripih yang terbuat dari batu padas berukuran 40 x 40 cm, ditemukan di tengah pondasi candi. Pada waktu ditemukan posisinya terbalik dengan bagian dasar (bawah) menghadap ke atas, isinya tetap dalam keadaan baik karena tutup kotak itu masih tertutup. Di dalam kotak peripih terdapat meterai tanah liat berjumlah 66 buah dengan garis tengah berkisar antara 2-4 cm. Selain meterai terdapat juga sebuah mangkok perunggu berisi lempengan emas dan perak bertulis, gambar atau simbol keagamaan seperti vajra dan padma.

Di tengah-tengah kaki candi yang berbentuk segi delapan terdapat jari-jari mengarah ke delapan penjuru mata angin. Di pusat pertemuan jari-jari tersebut terdapat susunan batu kali sebanyak tujuh lapis. Setelah susunan batu ini diturunkan, di dalamnya ditemukan stupa kecil (miniatur stupa) dan sebuah mangkok perunggu yang di dalamnya terdapat lempengan emas sebanyak delapan lembar, kaca 1 buah dan manik-manik enam buah. Lempengan emas itu berukuran antara lima mm – 1,5 cm. Temuan lainnya yang terdapat di luar pedupaan adalah sebuah gelang perunggu bergaris tengah tiga cm, lempengan emas satu lembar panjang 0,5 cm, lempengan perunggu satu lembat 0,5 cm, lempengan besi satu lembar panjang 15 cm, dan beberapa logam lainnya.

Miniatur stupa yang terdapat di pusat kaki candi terbuat dari batu padas, berukuran tinggi 80 cm, yasti patah. Komponen dari miniatur stupa itu masih sangat jelas, bagian bawah (kaki) berbentuk segi delapan terdiri atas lapik padmaganda. Bagian kaki ini tinggi 23 cm, dan lebar 45 cm. Di atas padmagana terdapat pelipit, terdiri atas empat tingkat dengan tinggi delapan cm. Kemudian anda dengan bagian tengah lebih lebar dari bagian bawah, berukuran tinggi 24 cm, garis tengah bagian bawah 33 cm, dan bagian tengah 39 cm. Harmika berbentuk segiempat. Berukuran tinggi 13 cm., lebar bagian bawah 25 cm, dan bagian atas 19 cm. Yasti berbentuk slilider, makin ke atas makin kecil, garis tengah bagian bawah 15 cm, tinggi yang masih tersisa 12 cm. Pada salah satu sisi dari anda, yang menghadap ke arah barat berhias relief dua ekor gajah saling membelakangi berdiri di kanan kiri tangga gapura. Apakah relief itu menggambarkan candra sengkala. Apabila hal ini melukiskan candra sengkala maka mengandung arti sebagai berikut. Gajah (asti) delapan, gapura sembilan, dan gajah (asti) delapan sama dengan tahun 898 Saka (976 Masehi).

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbali/bukti-bukti-awal-agama-budha-di-gianyar-dan-buleleng-bali-abad-ix-xii/
Comments
Loading...