Candi Naga Blitar

0 283

Lokasi Candi Naga

Candi Naga terletak di kompleks percandian Panataran di Kabupaten Blitar, tepatnya di Penataran, Nglegok, Blitar, Jawa Timur 66181.

Candi Naga

Di kompleks percandian ini ditemukan prasasti batu yang berangka tahun 1119 Saka (1197 M): prasasti ini menyebut nama Palah, kiranya nama asli dari Candi Panataran. Di kompleks ini berdiri tiga candi dan ada beberapa batur pendopo (lihat Satyawati Suleiman: Batur Pendopo Panataran. Seri Penerbitan Bergambar No. 3. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. 1981). Kompleks percandian ini menghadap ke barat. Sesudah pintu gerbang ada teras pendopo (dahulu ada atapnya dari kayu) lalu di belakangnya berdiri Candi Angka Tahun (Belanda: jaar tempel) karena di atas ambang pintu candi terpahat angka tahun Jawa Kuna: 1291 Saka atau 1369 M (lihat Bernet Kempers: Ancient Indonesian Art 1959: 92). Di belakang Candi Angka Tahun ini ada dua batur pendopo kemudian di belakangnya lagi berdirilah Candi Naga (besarnya hanya seperempat Candi Angka Tahun) dan di belakangnya lagi berdiri candi induk yang besarnya 10 kali Candi Angka Tahun.

Batur pendopo paling depan berangka tahun 1297 Saka (1375 M) dan ada relief ceritera Bubuksah – Gagang Aking dan ceritera Sang Satyawan serta angka tahun 1297 Saka (1375 M0. Pada Candi Angka Tahun atapnya dihias dengan bentuk-bentuk binatang dan di atas ambang pintu ada angka tahun Jawa Kuna: 1291 Saka (1369 M).

Candi Naga dibelit oleh naga dan badan naga ini disangga oleh sembilan makhluk laki-laki yang berdandan model raja-raja sambil memegang genta pendeta. Kaki candinya dihias dengan relief ceritera binatang.

Sesuai dengan tradisi di Bali naga yang membelit candi ini ditafsirkan sebagai wujud dari penjagaan kekayaan dewa. Sementara itu ada pula yang menghubungkan Candi Naga dengan Gunung Meru karena di gunung ini banyak ular.

Wujud ular juga ditampilkan pada batur pendopo paling depan serta pada candi induk. Terlepas dari masalah makna simbol naga pada bangunan ini ular itu membedakannya dari berbagai ornamen sebagai tiruan dari Gunung Meru. Hubungan antara candi kecil ini dengan Gunung Meru terutama sebagai wadah atau tempat amrta (dalam pengertian sebagai air suci) ialah sebagai tempat penyimpanan amrta di dalam candi ini. Dalam hubungan dengan amrta dapat pula ditafsirkan secara lain. Air suci di dalam canoi ini mungkin sebagai minuman dewa yang dihasilkan dari kekuatan meditasi. Dari sudut pandang ini Candi Naga ialah tempat raja dalam wujud sebagai inkarnasi dewa yang dikukuhkan lagi penyatuannya (dengan dewa) dengan cara meditasi.

Kompleks percandian Panataran ini oleh beberapa dinasti raja Jawa Kuna telah dipergunakan sebagai tempat ibadah yang utama sejak 1197 M hingga masa Majapahit (abad ke-15 M0. Bagaimana peran Candi Naga di tengah kompleks percandian Panataran sukar untuk diterangkan. Yang pasti Candi Naga merupakan suatu unikum tersendiri dan atraktif sebagai obyek kunjungan wisata di tengah kompleks percandian Panataran di Blitar Jawa Timur.

Source http://uun-halimah.blogspot.co.id http://uun-halimah.blogspot.co.id/2007/12/candi-naga-jawa-timur.html
Comments
Loading...