Candi Jawarombo Malang

0 54

Candi Jawarombo

Penduduk setempat menyebutnya Candi Jawarombo, yang masuk wilayah Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Bangunan peninggalan masa Hindu-Buddha itu ditemukan penduduk sekitar tahun 1983 dalam keadaan terpendam tanah. Lokasi situs berada pada posisi 8˚ 08′ 50,9″ Lintang Selatan dan 112˚ 53′ 21,05″ Bujur Timur dengan ketinggian di atas 1.400 m dpl. Candi ini tinggal bagian batur (alas) berdenah bujur sangkar dengan ukuran 6 x 6 m dan tinggi 60 cm. Pada lantai batur terdapat empat umpak batu yang berlubang bagian tengahnya untuk menegakkan tiang. Mungkin bangunan suci ini memakai tiang kayu dengan atap rumbia atau ijuk karena tidak dijumpai pecahan-pecahan genteng di bawahnya.

Profil kaki candi berupa pelipit setengah lingkaran dan segi empat. Keempat sisi batur dihiasi relif-relief yang menggambarkan teratai (lotus), pilaster, dan bintang silang. Pada sisi bangunan dihiasi oleh lima teratai, empat bintang silang, dan 10 pilaster yang ditempatkan berselang-seling. Pahatan sosok manusia pada relief digambarkan seperti wayang, gaya pahatan seperti relief-relief bangunan candi masa akhir Majapahit. Ini bisa dilihat pada bangunan-bangunan di lereng Gunung Penanggungan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Situs Candi menghadap puncak Gunung Mahameru alias Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa. Pintu masuk candi ada di sebelah selatan dengan adanya sisa-sisa bangunan gapura dari batu. Ribut Hariyanto, juru pelihara situs menunjukkan tempat di dekat gapura itu. “Di sini arca pemegang gada itu ditemukan”, katanya tegas. Arca temuan bulan November 1999 ini berjumlah dua buah yang merupakan pasangan. Arca dipahat dalam posisi jongkok dengan tinggi 60 cm.

Seharusnya, citra yang timbul dari sosok dan atribut arca itu membuat orang takut. Kepala arca memakai mahkota dengan rambut panjang sebahu dipilin ke belakang. Mata melotot, mulut terbuka, dan telinga bersubang. Tangan kanan memegang gada, sedangkan di pinggang terselip pisau besar yang terlihat mencuat bagian gagangnya. Inilah ciri arca Dvarapala, yang memang dibuat sangar menakutkan. Namun, kesan sebaliknya timbul setelah melihatnya. Dua arca Dvarapala itu lebih mirip bayi sehat lagi lucu. Disebut bayi karena ukuran tubuh bulatnya pendek. Bandingkan dengan arca-arca Dvarapala lain yang umumnya tinggi besar. Mulutnya yang menganga membuat penampilan sang arca tampak ramah sekaligus jenaka. Pendek kata, bila memandang wajahnya, gada dan pisau besar yang disandangnya pun jadi lebih mirip mainan yang tidak menakutkan.

Source http://ngalam.id http://ngalam.id/read/387/candi-jawarombo/
Comments
Loading...