Cagar Alam Batukahu Banjar

0 240

Lokasi Cagar Alam Batukahu

CA Batukahu terletak di RTK.4, dengan letak geografis 08°10′-08°23′ LS dan 115°02′-115°15′ BT. Secara administrasi, terletak di Kecamatan Penebel dan Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan serta Kecamatan Banjar dan Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Kawasan ini termasuk ke dalam SWP DAS Saba Daya dan SWP DAS Oten Sungi. CA Batukahu berada di wilayah Resort KSDA Batukahu, Seksi Konservasi Wilayah I  Balai KSDA Bali.

Cagar Alam Batukahu

CA Batukahu secara umum terdiri dari batuan andesit, basal, tephra halus/kasar dan recent vulkanik akibat kegiatan atau aktiftas dari hasil letusan gunung apipurba Batukahu, Lesung dan Pawon pada jaman kuarter tengah. Berdasarkan struktur stratigrafi, urutan terjadinya diawali oleh endapan batuan gunung berapi Buyan-Beratan dan Batur purba (Qba). Lapisan atasnya merupakan hasil endapan vulkan purba (Qbb), yaitu tuff dan endapan Buyan-Beratan dan Batur purba. Lapisan termuda terdiri dari Qve dari hasil aktifitas vulkan maupun hasil endapannya. Lithologi kawasan terdiri dari endapan breksi, andesit, endapan lahr dan luff, yaitu tersebar pada formasi Qba, endapan lava umumnya mendominasi bagian Baral dan bagian Selatan. Bagian Selatan dan Timur didominasi oleh endapan lahar dari formasi Qbb, sedangkan daerah aluvium (Qal) umumnya terdiri dari material campuran lava halus sampai boulder.

Sosial Budaya Batukahu

Keberadaan CA Batukahu yang lokasinya berdekatan dengan desa sekitar, baik secara langsung maupun tidak langsung telah terjadi interaksi antar masyarakat sekitar dengan kawasan tersebut, baik ditinjau dari aspek sosial budaya dan aspek lingkungannya. Budaya Bali dan agama Hindu mempunyai hubungan yang sangat erat sekali, pelaksanaan ajaran Hindu banyak dikemas dengan budaya Bali. Hal ini tampak antara lain dalam sarana dan prasarana ritual, seni tubuh, seni suara, tari keagamaan dan lain-lainnya.

Adat dan kebiasaan yang khas tidak ada dan penduduk masing-masing desa terdiri dari berbagai agama yang sudah terintegrasi dan berbaur satu dengan yang lainnya. Di samping itu juga tumbuh peraturan-peraturan tradisional setempat berupa awig-awig Desa Adat maupun Banjar Adat yang formal diterapkan dari generasi ke generasi. Kehidupan beragama masyarakat di sekitar kawasan Cagar Alam Batukau tampak rukun, yang terdiri dari Agama Hindu, Islam, Kristen dan Budha.

Sebagaimana diketahui bahwa penduduk sekitar kawasan cagar alam mayoritas beragama Hindu. Dalam ajaran Hindu sendiri telah melekat paham Tri Hita Karana yang mengatur keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam lingkungannya. Masyarakat Hindu juga memandang bahwa keberadaan kawasan hutan adalah suci dan keramat, karena itulah hampir pada setiap kawasan hutan di daerah Bali pasti ada bangunan pura, baik pura yang berfungsi sebagai Dang Kahyangan maupun pura yang scope-nya lebih kecil atau berupa pelinggih-pelinggih yang sangat diyakini kesuciannya

Source Cagar Alam Batukahu Banjar Banjar
Comments
Loading...