Bioskop Permata Yogyakarta

0 45

Bioskop Permata

Bekas gedung Bioskop Permata ini masih tegak berdiri saat Dolaners menyusuri kawasan Sultan Agung. Bangungannya tampak tua, menggambarkan usianya yang sesungguhnya. Tak hanya cat dinding serta muralnya yang kusam dan mengelupas di sana-sini, gaya bangunan gedung bioskop yang sekarang sudah gulung layar ini kental bernuansa kolonial. Temboknya tebal dan kokoh, dengan jendela kaca es warna-warni berukuran sempit yang sama suramnya dengan tembok gedung. Semenjak tutup, pintu utama tertutup pintu teralis logam, dan setiap orang yang melewati pintu ini bisa melihat area lobi Bioskop Permata.

Gedung bioskop ini tutup tak sampai satu dekade yang lalu, tepatnya pada tahun 2010. Pada awalnya, pemutaran film yang sehari sampai 5 kali menurun menjadi 3 kali, hingga pada akhirnya pihak pengelola kesulitan memperoleh film untuk ditayangkan. Sementara disisi lain, jumlah pengunjung juga terus menyusut.

Padahal, salah satu gedung bioskop bersejarah di Yogyakarta ini memiliki kapasitas 350 kursi penonton, bukan angka kecil saat Bioskop Permata dibuka setahun setelah proklamasi kemerdekaan, yaitu tahun 1946. Pada masa-masa ini, Bioskop Permata terkenal sebagai salah satu bioskop mewah di Yogyakarta. Namun sayangnya, pada tahun-tahun terakhir Bioskop Permata beroperasi, kalangan rakyat menengah kebawah saja yang nonton film di gedungnya dengan jumlah tak sampai 10 orang.

Dalam perjalanannya, Bioskop Permata mengalami beberapa kali ganti nama. Pada awalnya, bioskop ini bernama Bioskop Asta, meskipun nama ini diragukan oleh beberapa pihak, kemudian berganti nama menjadi Bioskop Luxor, hingga akhirnya menjadi Bioskop Permata. Setelah mencecap kejayaannya pada tahun 1960-an hingga awal 1990-an, Bioskop Permata kini tinggal kenangan, menyisakan gedung tua yang tak terawat.

Source https://dolandolen.com https://dolandolen.com/travel-directory/bekas-bioskop-permata/
Comments
Loading...