Bioskop Kelud Malang

0 38

Bioskop Kelud Malang

Saat ini bila Anda ingin menonton film hollywood terbaru, Anda hanya butuh ke teater dan membeli tiket. Kemudian duduk dengan nyaman di kursi yang empuk dengan ruangan ber-AC. Tahukah Anda, bahwa pada tahun 1930-an, meski belum merdeka, menurut catatan pegiat seni budaya dan sejarah, Dwi Cahyono, bioskop telah mulai beroperasi di kota Malang.

Alhambra atau sering disebut Merdeka Theatre, Agung Theatre atau Bioskop Kelud merupakan bioskop pertama di Malang. Lokasinya di bangunan yang kini ditempati Mitra di Jalan KH Agus Salim. Nama Agung Theatre baru diperbarui pada tahun 1970-an, di mana masa itu merupakan era kejayaan bioskop di kota Malang. Nama bioskop lainnya yang mungkin tidak asing juga di telinga Anda adalah bioskop Mutiara atau Ria yang dulunya bernama Rex.

Nama Bioskop Kelud sendiri dari bahasa walikan Malang, yakni Bioskop ‘Dulek’ menjadi Bioskop ‘Kelud’. Tidak kalah dengan bioskop pada zaman modern, Bioskop Kelud setiap hari tidak peduli malam minggu atau tanggal merah selalu dijejali penonton sejak pukul 19.00 WIB, bioskop hanya tutup apabila ada gerimis dan hujan karena tempatnya di ruang terbuka, oleh karena itu bioskop di era tempo dulu ini sering disebut Bioskop ‘Misbar’ Gerimis Bubar. Harga karcis di Bioskop Kelud ini setara dengan makan satu piring nasi di warung pinggir jalan, berbeda dengan Bioskop Mutiara yang bisa setara 5-10 piring nasi.

Selain pencapaian Bioskop Kelud yang hampir tiap hari dijejali pentonon dengan film dari berbagai negara, pencapaian lainnya adalah dipenuhinya Bioskop Kelud dengan 7000 penonton saat pemutaran film ‘Inem Pelayan Seksi’ (1976) yang dibintangi Titiek Puspa dan Doris Callebaute. Film yang lebih diminati warga Malang saat itu ada film India, karena banyak tarian dan wanita berbusana minim. Kedua, film Indonesia yang cenderung ‘panas’ dan film ketiga yakni film laga koboi dari barat.

Di tahun 1930 pun tidak hanya ada bioskop misbar, tapi ada juga bioskop elit yang berdiri, saat itu bernama Centrum, Hingga pada tahun 1970-an cukup banyak bioskop kelas menengah atas yang mulai berdiri di Malang, di antaranya: Malang Teatre di Jalan Ade Irma Suryani, Irama di Blimbing dan Jaua di Jalan Kol Sugiono. Hingga akhirnya era emas bioskop misbar pun berakhir karena banyaknya bioskop elit yang berdiri.

Dahulu, pembagian kelas bioskop terdiri dari tiga kelas, yakni: Kelas A, B dan C. Kelas A seperti Malang Theater, Merdeka, Ria dan Surya di Mitra 1, Ratna di Jalan KH Agus Salim, Mulya dan Jaya di Jalan Kol Sugiono. Kelas B seperti Garuda di Kidul Pasar, dan Irama di kawasan Ciliwung. Sedangkan kelas C terdiri dari Kelud, Galunggung di Jalan Raya Langsep, Tenun di Jalan Perusahaan dan Gadang di Gadang. Apabila ada film baru, maka yang didahulukan adalah di Kelas A, kemudian B dan terakhir C.

Begitu lah perkembangan bioskop di Malang, apabila Anda ingin bernostalgia, sisa-sisa bangunan hingga saat ini masih ada meski tidak terawat. Masih ada tulisan-tulisan yang mengingatkan momen-momen Anda nonton bersama, mengomentari tokoh ramai-ramai sambil makan kacang bersama. Tidak seperti di era modern yang apabila nonton begitu banyak aturan yang diberikan dari pihak bioskop, sehingga terasa sekali suasana yang berbeda antara bioskop misbar dengan bioskop yang ada di era modern.

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2015/12/16/bioskop-kelud/
Comments
Loading...