Bioskop Benteng Manado

0 29

Bioskop Benteng Manado

Bioskop Benteng Manado, tidak akan kamu temukan saat ini karena memang bioskop ini sudah tidak ada. Bioskop masa kolonial yang memiliki desain arsitektur yang khas, menjadi salah satu saksi sejarah pertumbuhan kota Manado.

Nama Peter van Dongen sepertinya memang tidak terlalu terkenal di Indonesia, namun untuk beberapa orang penggemar komik indie, nama ini sangat dikenal sebagai komikus Belanda yang mengambil tema ceritanya Indonesia tempo doeloe. Gaya gambarnya yang khas seperti komik Tintin ini, semacam memberikan sebuah kisah perjalanan waktu ke masa lampau, yaitu masa kolonial Hindia Belanda. Dua komik karya Peter van Dongen pun mengambil tema dan judul dari Indonesia masa lampau, yaitu “Rampokan Java” dan “Rampokan Celebes”. Sayangnya kedua komik tersebut tidak terlalu populer di Indonesia.

Dalam proses berkaryanya, Peter van Dongen juga membuat semacam gimmick berupa kartu pos yang bergambar bangunan masa kolonial di Indonesia, salah satu yang menjadi perhatiannya adalah Bioskop Benteng di Manado. Dalam gambarnya, Peter memberi nama bioskop ini menjadi Capitool, ketika ditanya, ternyata nama itu hanya rekaannya saja. Nama aslinya adalah Bioskop Benteng, yang ia temukan dari sebuah gambar lama tahun 1990-an.

Memang ada banyak sekali peninggalan bangunan Belanda bergaya art deco di Manado, ada yang terawat namun banyak juga yang sudah payah. Padahal bangunan-bangunan itu mampu menjadi daya tarik nostalgia bagi para wisatawan Belanda, seperti Peter. Kini bangunan Bioskop Benteng dialihfungsikan sebagai toko-toko kecil, rumah makan, dan salon. Bangunannya pun nampak tidak terawat. Bagian depannya pun sudah tertutup banyak pedagang di tepi jalan. Lokasi Bioskop Benteng ini ada di Pasar 45.

Source http://motzter.com http://motzter.com/2836/bioskop-benteng-manado-sebagai-inspirasi-komikus-belanda/
Comments
Loading...