Bioskop Bahagia Turen

0 69

Bioskop Bahagia Turen

Pada tahun 1980-an hingga 1990-an warga Turen, terutama kaum muda-mudi tak perlu pergi ke Kota Malang untuk sekadar menonton film seperti sekarang ini. Pasalnya, mereka mengandalkan gedung Bioskop Bahagia yang terletak di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Mengusung konsep arsitektur ala Eropa, gedung bioskop itu berdiri kokoh di sebelah Kantor Telkom Turen. Gedung ini berbentuk kubus yang menjadi ciri khas bangunan-bangunan zaman kolonial Belanda di Indonesia pada umumnya. Hanya ada satu lantai di gedung ini. Di teras muka bagian atas berjajar spanduk-spanduk promo film yang akan diputar. Di bagian depan pun terdapat ruangan loket tempat penjualan tiket.

Bioskop Bahagia telah memutar berbagai judul dan genre film Indonesia maupun film barat. Tak heran jika bioskop ini menjadi tempat favorit bagi warga Turen. Bioskop Bahagia menjadi salah satu tempat hiburan di kecamatan yang berada di Malang selatan itu selain Gedung Sasana dan Gedung Pertunjukan Wayang Orang di sebelah utara Pasar Turen.

Bioskop Bahagia ini menawarkan tiga kelas. Penonton bisa memilik kelas 1 dan 2 sebagai tempat VIP dan VVIP. Kedua kelas tersebut kursinya berada di bagian tengah hingga belakang. Kelas ini menyediakan kursi yang terbuat dari rotan, untuk masing-masing penonton. Sementara itu, kelas 3 berada di deretan paling depan. Tempat duduknya pun lebih sederhana, yakni terbuat dari bangku kayu biasa yang memanjang. Di antara kelas 3 yang tiketnya lebih murah itu dengan kelas 1 dan 2 terdapat sebuah sekat sederhana sekadar untuk menghalangi agar penonton tidak saling bercampur. Satu lagi, untuk menuju ke tempat kelas 3, penonton harus melewati sebuah gang sempit yang berada di sisi selatan gedung Bioskop Bahagia. Sementara untuk penonton kelas 1 dan 2 sudah disediakan pintu masuk di bagian teras depan.

Kini, kejayaan gedung Bioskop Bahagia di kalangan warga Turen hanya tinggal nama. Pasalnya, sejak awal tahun 2000-an, gedung bioskop tersebut tak terpakai lagi. Hal itu konon disebabkan oleh kebangkrutan manajemen. Bisa jadi hal itu dipengaruhi oleh menurunnya minat warga dalam menonton film di bioskop. Maklum, kala itu sedang tenar-tenarnya VCD dan DVD yang membuat orang lebih praktis dalam menonton film. Terlebih jumlah rental CD semakin meningkat seiring menjamurnya CD film bajakan di pasaran.

Gedung Bioskop Bahagia pun berubah fungsi menjadi ruko (rumah toko). Tepatnya, ketika datang ke lokasi gedung bioskop itu berada, kini Anda akan menemui sebuah meuble. Hanya saja, sang pemilik tak terlalu frontal merenovasi gedung tua bekas bioskop itu.

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2017/02/07/nostalgia-masa-muda-bioskop-bahagia-turen/
Comments
Loading...