Benteng Tujuh Lapis Dalu-Dalu Rokan Hulu

0 6

Benteng Tujuh Lapis Dalu-Dalu

Secara umum keberadaan Benteng Tujuh Lapis Dalu-Dalu tidak terlepas dari sejarah “Perang Paderi” yang terjadi diwilayah Sumatera Barat dan daerah-daerah yang berada disekitarnya. Selain itu keberadaan benteng ini tidak bisa dilepaskan dari ketokohan Tuanku Tambusai dalam menentang penjajah Belanda khususnya di daerah Tambusai (Dalu-Dalu). Pembangunan Benteng ini diperkirakan sekitar tahun 1830an. Benteng Tujuh Lapis Dalu-Dalu atau Kubu Aur Berduri ini merupakan benteng yang terbuat dari tanah berupa gundukan berbentuk tanggul setinggi ±3 m. Selain itu, disekitar benteng juga dibangun parit-parit pertahanan. Pembangunan benteng ini memanfaatkan kondisi lingkungan alam dan geografis yang sangat strategis. Guna menghambat laju gerakan musuh, dahulunya di sekitar benteng juga ditanami dengan bambu serta pos-pos penjagaan ditiap-tiap penjuru benteng. Pada bagian dalam benteng (tengah), dahulunya terdapat bangunan-bangunan guna kepentingan militer. Sebagai catatan Benteng Tujuh Lapis Dalu-Dalu ini merupakan kubu pertahanan terakhir “Kaum Paderi” dalam melawan penjajah Belanda yang dipimpin oleh Tuanku Tambusai.

Diperkirakan benteng ini terakhir difungsikan sekitar tahun 1838. Secara arkeologis, benteng ini mempunyai keunikan arsitektur, baik dalam penggunaan teknologi bahan bangunan maupun bentuknya (denah dasarnya). Secara fisik, benteng ini terdiri dari tujuh lapis gundukan tanah dengan ketinggian antara 3 s.d 5 meter. Diantara masingmasing gundukan tanah terdapat parit dengan lebar bervariasi antara 5 – 20 meter. Pembuatan gundukan dan parit ini berfungsi untuk menghalangi musuh masuk. Berdasarkan bentang alam Tambusai, benteng ini sangat strategis letaknya. Benteng ini terletak diantara aliran sungai dan lereng bukit. Dengan kondisi benteng seperti ini sangat sulit bagi Belanda dapat merebut benteng karena bentuk benteng berlapis-lapis dan ada sungai sebagai pemisah dengan dataran di sebelah timur. Benteng ini merupakan benteng artifisial yang dibuat masyarakat untuk kubu pertahanan dengan luas 105.000 meter2 dengan ukuran panjang 350 meter dan lebar 300 meter

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Rokan-Hulu-BPCB.pdf
Comments
Loading...