Benteng Tomoahi Sulawesi Tenggara

0 99

Benteng Tomoahi

Benteng Tomoahi berada pada titik kordinat 04° 42’ 16.7” LS – 123° 11’41.7” BT dengan ketinggian 72 m di atas permukaan laut dengan luas ± 10.267 meter.Lokasi ini dapat diakses melewati jalan pengerasan yang berjarak ± 1,200 m dari jalan poros yang menghubungkan pelabuhan dan kota Ereke dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi jalan masuk berbatu serta menanjak dengan kemiringan yang berbeda-beda, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sepanjang ± 200 m, dengan vegetasi lingkungan yang dapat dijumpai sepanjang perjalanan menuju Benteng Tomoahi adalah tanaman perkebunan kelapa yang memang lokasinya berada dalam area perkebunan.Untuk sampai pada pintu atau lawa, terlebih dahulu harus mendaki bukit dengan kemiringan 45°- 50°.

Lingkungan vegetasi pada umumnya dipenuhi dengan semak belukar, pohon-pohon besar berdiameter 1 hingga mencapai 2 m dan beberapa diantaranya telah tumbang secara alami dan akibat dari aktifitas penebangan yang dilakukan oleh masyarakat. Menurut informasi juru kunci Benteng Tomoahi bahwa benteng ini terdiri dari 3 (tiga) terap, namun yang berhasil diinventarisir hanya pada terap 3 (tiga). Dengan demikian, 2 (dua) terap lainnya belum diinventarisir karena cuaca tidak mengizinkan pada saat tim turun ke lapangan. Selain itu ditemukan pula fragmen keramik asing.

Orientasi lawa atau pintu masuk timur laut. Pada struktur dinding benteng sebelah Utara berukuran tebal 35 – 65 cm, ketinggian dari sisi luar 110 cm dan dari sisi dalam 30 – 40 cm. Pada struktur benteng sebelah baratnya berukuran tebal 150 cm dengan ketinggian 60 – 110 cm. secara umum kondisi struktur benteng Tomoahi masih memperlihatkan bentuknya yang asli sebagai ciri benteng-benteng lokal pada umumnya. Pada struktur benteng pada bagian barat juga terdapat sebuah lawa atau pintu dengan ketebalan dinding mencapai 290 cm. pada bagian sebelah timur benteng tomoahi berbatasan dengan kampung Ulumambo.

Benteng didirikan pada masa pemerintahan La Ode Tomba Mohalo (Lakino Tomoahi I) oleh oleh Wapatola diatas sebuah bukit dengan tujuan agar dapat memandang arah laut antara Timur dan Utara. Menurut informan (wawancara; tanggal 11 Mei 2014), bahwa Benteng Tomoahi terdapat 3 (tiga) pintu (Lawa), yaitu; Lawa Opa-Opa, Lawa Kadudia saat ini masuk daerah Tabuncini yang mengarah ke permandian, dan Lawa Empayasa.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsulsel/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsulsel/445/
Comments
Loading...