situsbudaya.id

Benteng Tiworo Sulawesi Tenggara

0 48

Lokasi Benteng Tiworo

Benteng Tiworo terletak di Desa Tiworo kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Benteng Tiworo

Menurut sejarah, Benteng Tiworo dibangun pada abad XVI oleh Raja Muna, yaitu La Ode Asmana. Pembuatan benteng ini dari bahan batu yang diangkat masyarakat dengan cara berjejer sepanjang 150 kilometer. Batu-batu yang digunakan untuk membuat Benteng Tiworo didatangkan dari Lokawoghe yang terletak di bagian Desa Tongkuno lama. Konon katanya benteng ini dibuat hanya dalam waktu satu malam, oleh para pekerja yang belum mengenal rasa berat dan ringan. Untuk mengangkat batu yang akan digunakan membangun benteng, para pekerja melapisi tangan mereka menggunakan kain sutera.

Pada saat pembangunan Benteng Tiworo, pemerintahan telah berjalan. Namun, belum terbentuk Kino melainkan kestabilan, baru setelah itu ada penunjukkan pimpinan. Selain Benteng Tiworo, di Tiworo juga terdapat benteng lain yang letaknya masih berada dalam kompleks Benteng Tiworo, yakni Benteng Waobu. Selain kedua mesjid tersebut, di Tiworo juga terdapat sebuah mesjid yang bernama Mesjid Sangia Barakati Tiworo. Mesjid tersebut dibangun oleh sepasang suami istri yang kemudian wafat dan dikuburkan di samping kanan mimbar mesjid tersebut. Kuburan suami istri tersebut ditumbuhi bunga melati dan menurut warga sekitar batu nisannya bertambah 1 cm setiap tahunnya.

Pada zaman dahulu, Benteng Tiworo, digunakan sebagai tempat pemerintahan dan pertahanan. Pusat pertahanan di benteng ini terletak di bagian Timur. Pada saat terjadi peperangan di daerah Tiworo,myang berperang tersebut adalah sesama orang Muna dan bukan orang Muna dengan orang Belanda. Kerajaan dari Benteng Tiworo sendiri tidak pernah di serang oleh tentara Sekutu, kecuali kerajaan Ereke.

Dalam hal pemnerian mas kawin, Tiworo berbeda dengan Muna. Tiworo menggunakan hitungan Real sedangkan Muna menggunakan hitungan Boka. Benteng Tiworo ini juga berperan sebagai tempat pelantikan Raja, karena di dalam benteng ini, tepatnya di bagian belakang benteng ini terdapat tempat pelantikan Raja. Raja yang terakhir dilantik di benteng ini adalah La Ode Sampaga.

Pada saat ini fungsi benteng ini adalah sebagai situs sejarah sekaligus sebagai tempat wisata “Benteng Tiworo” dengan nama Tiworo. Tiworo adalah simbol dalam pemerintahan yang memilki makna untuk menghimbau masyarakatnya agar satu arah.

Source https://www.blogger.com/about/?r=1-null_user http://yanifatmawati.blogspot.co.id/2012/03/benteng-tiworo.html
Comments
Loading...