Benteng Sembilan Cakung Jakarta Timur

0 156

Benteng Sembilan Cakung

Benteng Sembilan adalah bangunan militer yang dibangun pada masa perang mempertahankan kemerdekaan, tahun 1947. Hal itu didasarkan pada gambar denah bangunan yang dsebutkan sebagai “blue print” dari rencana pembangunannya. Sayangnya, gambar yang didapatkan tidaklah jelas, namun terlihat bahwa gambar itu adalah hasil gambar ulang, sedangkan angka tahun 1947 ternyata hanya didasarkan pada penulisan angka pada lembaran gambar yang terdiri dari empat angka. Dua angka di depan tidak terlihat jelas, kemudian dipisahkan oleh garis “strip” tertulis angka 47.

Meskipun belum masuk dalam daftar inventaris kepurbakalaan Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten, “Benteng Sembilan” telah lama diketahui keberadaannya. Hal tersebut berdasarkan keterangan Candrian Attahiyat yang juga seorang anggota Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, data untuk benteng tersebut memang sangat terbatas, sedangkan gambar yang disebut sebagai “blue print” dari benteng tersimpan di Pusat Konservasi Cagar Budaya Jakarta yang berlokasi di daerah Kota Tua Jakarta.

Sebagai langkah awal dari informasi yang masih terbatas, satu tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten yang terdiri dari seorang arkeolog dan dua orang Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) ditugaskan ke lokasi dimana kepurbakalaan “Benteng Sembilan” berada untuk melakukan survei dan pengumpulan data, yaitu di Kampung Pertukangan RW 05, Kelurahan Rawa Teratai, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur.

Hasil sementara dari survei dan pengumpulan data yang dilakukan langsung di lokasi memberikan gambaran bahwa secara keseluruhan keadaan benteng ini sudah tidak terawat dan mengalami kerusakan di beberapa bangunannya. Pengumpulan data tiap bangunan dilakukan dengan memulai dari bangunan bernomor besar ke kecil, yaitu dari bangunan 9 ke bangunan 1, disebabkan akses jalan yang sulit, sehingga bangunan yang mudah dijangkau dahululah yang di data. Penomoran ini dibuat berdasarkan informasi dari penghuni bangunan yang menyebut tempat tinggal mereka sebagai benteng nomor 9. Dari keseluruhan bangunan yang ada, hanya enam bangunan yang berhasil dikunjungi dan di data, sisanya yaitu tiga bangunan lainnya tidak dapat ditelusuri karena jalan untuk menuju bangunan 3, 2 dan 1 tertutup oleh ilalang dan rawa.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbanten/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbanten/benteng-sembilan-cakung-jakarta-timur/
Comments
Loading...