Benteng Rotterdam Sulawesi Selatan

0 92

Lokasi Benteng Rotterdam

Benteng Rotterdam terletak di Jalan Ujung Pandang, Bulo Gading, Ujung Pandang, Bulo Gading, Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90171.

Benteng Rotterdam

Benteng Rotterdam merupakan situs masa kolonial yang terdiri dari struktur dinding benteng dan bangunan bergaya Eropa. Oleh masyarakat Makassar, benteng ini dikenal sebagai “Benteng Pannyua” yang artinya benteng yang menyerupai kura-kura, karena bentuknya yang bila dilihat dari atas nampak seperti kura-kura yang sedang menghadap ke laut. Keberadaan benteng ini tidak dapat dilepaskan dari konteks kota lama Makassar, karena merupakan bagian penting dalam menggambarkan perkembangan Kota Makassar dari masa ke masa, dan juga menjadi bukti perjuangan anak bangsa yang diwakili oleh Kerajaan Gowa-Tallo dalam melawan kolonialisme Belanda.

Benteng Rotterdam mempunyai lima bastion dan dua pintu keluar. Pintu gerbang utama terdapat di sebelah barat benteng yang terbuat dari kayu yang dilengkapi dengan penutup/daun pintu kembar dua, sedang pintu sebelah dalam berukuran lebih kecil dengan pasak-pasak dari besi (angkur). Adapun Pintu gerbang kedua merupakan pintu kecil terdapat di sebelah timur. Letak dan nama kelima bastion tersebut masing-masing adalah:

  • Bastion Bone, terletak di sebelah barat, tepatnya di bagian tengah benteng
  • Bastion Bacan, terletak di sudut barat daya.
  • Bastion Buton, terletak di sudut barat laut.
  • Bastion Mandarasyah, terletak di sudut timur laut.
  • Bastion Amboina, terletak di sudut tenggara.

Tiap bastion dihubungkan dengan dinding benteng kecuali bagian selatan yang tidak mempunyai dinding yaitu antara Bastion Bacan dan Bastion Amboina. Secara keseluruhan Benteng Rotterdam memiliki luas 2,5 ha dan di dalam benteng terdapat 16 buah bangunan dengan luas 11.605,85 m2.

Arsitektur bangunan-bangunan yang berada dalam Benteng Ujungpandang bergaya Eropa khususnya Belanda abad pertengahan (abad XVI dan abad XVII) (Tjandrasasmita, 1986:13), menampilkan ciri arsitektur Gotik (Asmunandar, 2008), dengan jumlah bangunan sebanyak 16 bangunan baik yang utuh maupun hanya menyisakan puing reruntuhan. Bangunan-bangunan tersebut seluruhnya dibangun oleh Belanda, kecuali salah satu bangunan di dekat Bastion Mandarsyah dibangun pada masa pendudukan Jepang karena kekurangan tempat untuk berkantor.

Asmunandar (2008) secara eksplisit menyebutkan beberapa fungsi bangunan di dalam benteng antara lain, gereja, kantor kepala bagian perdagangan, kantor pusat perdagangan, barak militer, dan gudang. Semua unit bangunan dalam benteng menggunakan atap berbentuk pelana dengan kemiringan yang tajam, dengan jendela dan pintu yang sangat banyak, sebagai adaptasi lingkungan tropis di Makassar (Asmunandar, 2008). Menurut catatan sejarah, sebagian bahan bangunan yang digunakan didatangkan langsung dari Eropa khususnya Belanda, seperti genteng, batu bata, ubin, besi dan kayu.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsulsel/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsulsel/2017/01/08/benteng-rotterdam-dan-permasalahannya/
Comments
Loading...