Benteng Pasirlaja

0 91

Benteng Pasirlaja

Benteng Pasirlaja merupakan kompleks bangunan peninggalan penjajah Belanda. Di lokasi ini terdapat tiga buah bangunan yang kokoh dengan lokasi yang tidak terlalu berjauhan. Benteng Pasirlaja ini termasuk wilayah Desa Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan tepatnya di Dusun Gunung Gadung. Jaraknya tidak terlalu jauh dari ujung Dusun Gadung, sekitar 100 meter ke timur laut.

Saat ini, kompleks benteng Pasirlaja ini dikelilingi oleh lahan pertanian dan perkebunan dengan berbagai jenis tanaman. Di sisi tenggara kawasan benteng Pasirlaja ini berupa lapangan olahraga yang bisa digunakan sebagai lapang sepak bola berukuran kecil. Lapangan ini berada di atas bangunan benteng pertama yang menghadap ke arah barat, dengan atapnya menyembul ke permukaan lapangan.

Pintu masuk kawasan benteng Pasirlaja ini berada di sisi selatan, yang ditandai dengan adanya gerbang masuk yang terbuat dari pohon bambu. Di gerbang yang dicat dengan cat warna hitum ini ada penanda lokasi dengan bertuliskan Situs Goa Benteng Gunung Gadung. Masuk ke kawasan kompleks benteng Pasirlaja ada jalur jalan beralaskan kerikil dengan lebar sekitar satu meteran.

Sekitar 20 meter dari pintu gerbang, di sebelah kanan jalan terdapat bangunan benteng pertama. Bangunan benteng ini hanya terlihat bagian depannya saja karena bangunan aslinya berada di dalam tanah berupa tebing. Tinggi bangunannya sekitar empat meter dengan satu pintu masuk di bagian depan berukuran sekitar 1 x 2 meter. Lebar bangunannya sekitar 5 meter dengan ketebalan tembok penyangga depan sekitar 60 cm. Sementara ketebalan tembok dalam bangunan benteng ini sekitar 1 meter. Untuk mengakses bangunan ini ada anak tangga yang bisa digunakan karena posisinya lebih tinggi dari jalan di depannya. Di bagian dalamnya ada satu ruangan berbentuk persegi berukuran sekitar 2,5 x 2,5 meter.

Bangunan kedua benteng Pasirlaja berjarak sekitar 30 meter ke arah utara dari bangunan benteng pertama. Posisi bangunan kedua ini lebih rendah jika dibandingkan dengan bangunan pertama dan menghadap ke arah selatan. Bangunan benteng yang kedua ini lebih panjang (memanjang ke belakang) jika dibandingkan bangunan pertama. Di atasnya terdapat pipa yang digunakan sebagai cerobong. Ketinggian bangunannya kemungkinan besar sama dengan bangunan yang pertama, hanya saja posisi lantainya lebih rendah dari posisi jalan di depan bangunan. Tidak mengherankan jika dalam kondisi hujan, ruangan di bangunan kedua ini dimungkinkan terisi air hujan yang mengalir dari luar. Di salah satu tembok penyangga depan bangunan benteng kedua ini ada anak tanggal yang bisa digunakan untuk naik ke atas atap bangunan benteng.

Tembok bangunan kedua ini tersambung dengan bangunan tembok yang ketiga yang berlokasi di sebelah barat bangunan kedua dengan jarak sekitar 10 meter. Bangunan ketiga ini memiliki perbedaan dengan bangunan pertama dan kedua terkait posisinya. Jika bangunan pertama dan kedua memiliki posisi lebih tinggi dari halaman depannya, maka bangunan ketiga ini posisinya berada di bawah. Atap bangunannya persis berada sejajar dengan halaman depan bangunan kedua. Dengan kata lain bangunan benteng ketiga ini berada di bawah tanah. Selain posisinya yang berbeda, bentuk bangunan bentengnya juga berbeda.

Bangunan ketiga ini tidak seperti bangunan pertama dan kedua yang berupa bangunan dengan ruangan di dalamnya berbentuk persegi. Bangunan ketiga ini terbagi ke dalam beberapa bagian. Bagian pertama berupa ruangan tanpa penutup yang terletak di bagian depan dengan bentuk sedikit membulat. Di ruangan ini ada plat baja setengah lingkaran yang terletak di bagian lantainya. Di bagian barat tembok ruangan ini ada pintu berukuran kecil untuk masuk ke ruangan yang ada dalam bangunan ketiga. Di dinding bagian utara ruangan ini ada jendela kecil memanjang.

Berdasarkan literatur yang ada, benteng Pasirlaja ini merupakan salah satu bagian dari benteng pertahanan yang sengaja dibangun oleh pihak penjajah Belanda. Pada periode tahun 1914 sampai dengan 1918, penjajah Belanda membangun sejumlah bangunan benteng pertahanan di lokasi-lokasi yang cukup strategis. Jika ditelisik, lokasi-lokasi pembangunan hampir mengelilingi pusat kota Sumedang. Salah satu lokasi pembangunan benteng pertahanan ini di Pasirlaja yang berada di sebelah selatan pusat kota Sumedang.

Benteng Pasirlaja ini dibangun sekitar tahun 1915 di kawasan perbukitan Pasirlaja pada ketinggian sekitar 680 meter di atas permukaan laut. Salah satu sisi bangunannya, menghadap langsung ke pusat kota Sumedang dengan jarak sekitar 2 km ke arah utara. Bangunan bungker yang memiliki jendela (bangunan benteng ketiga) berfungsi sebagai tempat pengintaian segala aktivitas di pusat kota Sumedang. Dari posisi ini, pengintai bisa dengan mudah dan jelas melihat aktivitas di pusat kota Sumedang, apalagi ketika cuaca sedang cerah. Sedangkan bangunan benteng yang kedua yang berukuran sekutar 18 meter persegi dan berventilasi digunakan sebagai tempat tentara penjajah Belanda.

Source http://sumedangtandang.com http://sumedangtandang.com/direktori/detail/benteng-pasirlaja.htm
Comments
Loading...