Benteng Orange Gorontalo

0 143

Lokasi Benteng Orange

Benteng ini terletak di atas Bukit Arang Desa Dambalo Kecamatan Kwandang ,Gorontalo Utara, Gorontalo.

Benteng Orange

Benteng Orange adalah simbol pertahanan bangsa portugis dan kolonial belanda ketika menginjakkan kakinya di Wilayah Gorontalo. Benteng Orange dibuat oleh Bangsa Portugis pada Abad XV-XVI atau sekitar tahun 1630 silam. Uniknya, benteng ini dibuat oleh Bangsa portugis dan yang menggunakan adalah kolonial belanda. Benteng ini dulunya dikenal masyarakat Gorontalo dengan nama Lalunga. Pemberi nama Orange pada benteng ini adalah seorang pimpinan kolonial Belanda pada masa itu yang bernama Mr. Snouck Orange. Jarang yang mengetahui, jika di Gorontalo Utara pernah terjadi sebuah peristiwa sejarah. Kini saksi sejarah ini dapat dilihat dari keberadaan Benteng Orange yang masih berdiri kokoh sejak 350 tahun yang lalu.

Benteng ini terletak di atas Bukit Arang Desa Dambalo Kecamatan Kwandang yang dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat maupun roda dua. Tempat pembangunan Benteng Orange cukup strategis, dan tersembunyi disebuah bukit sekitar 600 meter dari jalan Trans Sulawesi. Setelah memasuki areal benteng, disana terpampang papan nama benteng yang bertuliskan ”Cagar Budaya Benteng Orange” oleh kementrian Kebudayaan dan Pariwisata RI.

Suasana hangat dan sejuk menyambut siapapun yang mengunjungi situs sejarah ini karena areal benteng dipenuhi pohon ketapang yang rimbun. Dari pos induk ini, terlihat satu benteng besar yang kokoh disebelah kiri, dan ada lagi satu pos pengintai dibagian kanan, dengan 45 anak tangga untuk berada dipuncak pos pengintai. Pos pengintai musuh ini digunakan oleh Portugis untuk melihat dari jarak jauh kapal-kapal bajak laut atau musuh yang datang menyerang karena dari pos pengintai ini terlihat jelas hamparan laut luas. Di pos pengintai, ada sebuah benteng perlindungan berbentuk bundar dengan ukuran sekitar 10 x 10 meter dan ketebalan dinding hampir setengah meter.

Untuk menembus benteng, harus meniti 139 anak tangga terbuat dari batu gunung berukuran 1 x 0,5 meter. Setelah melalui tangga ke 78, ditemui ada sebuah pos penjagaan. Kemudian, ketika mencapai tangga ke 120 ada satu lagi pos penjagaan. Sayangnya, pos jaga tentara Portugis ini sudah rusak, sehingga yang terlihat hanya beton bersegi empat ukuran 2 x 2 meter. Perjalanan belum sampai disitu, untuk memasuki pintu gerbang benteng masih ada 29 anak tangga lagi. Disamping kanan, ada post penjagaan lagi yang ukurannya cukup besar. Meski terlihat kumuh namun masih berdiri kokoh. Nampaknya, penjagaan dulu oleh Portugis sangat ketat. Setiap yang masuk harus diperiksa melalui penjaga pos.

Memasuki benteng utama, harus melalui satu pos penjagaan kecil. Benteng utama ini konon dibuat untuk menjadi sarang pertahanan seluruh tentara Portugis. Betapa tidak, benteng utama ini berukuran 50 x 40 meter persegi dengan ketebalan dinding 60 centi meter. Dibagian kanan benteng, ada lagi satu ruangan terbuka untuk ditempati meriam. 13 anak tangga harus dilalui untuk berada di tempat meriam ini. Dibagian ujung benteng, terdapat dua ruangan. Satu ruangan yang langsung mengarah ke laut sebagai tempat meriam dan satunya lagi sebagai ruang pelindung.

Pemugaran benteng Orange telah tiga kali di lakukan. Pertama, saat Belanda menduduki wilayah Gorontalo 350 tahun silam dan kedua pada tahun 1980 dipugar oleh bagian kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dan baru-baru ini, dilakukan perbaikan. Itupun hanya beberapa bagian benteng misalnya, pagar benteng serta jalan menuju benteng.

Source http://www.gorontalofamily.org/ http://www.gorontalofamily.org/wisata-sejarah/benteng-orange-2.html
Comments
Loading...