Benteng Kuto Panji Bangka Belitung

0 111

Lokasi Benteng Kuto Panji

Benteng Kuto Panji terletak di Belinyu, Kabupaten Bangka Belitung.

Benteng Kuto Panji

Benteng Kuto Panji memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung, terutama pada cerita sejarahnya. Ada banyak versi cerita sejarah benteng ini yang berhubungan erat dengan kerajaan di Tiongkok. Dari semua versi itu, ada kemiripan cerita yaitu seorang raja kerajaan kecil bernama Bong Kiung Fu yang memerintah di Belinyu yang memiliki seorang anak gadis berparas cantik bernama Bong Lili atau putri Chok Tian.
Bong Khiung Fu adalah seorang penguasa yang baik hati di Tibet-China yang menolak membayar upeti kepada penguasa Tiongkok yang lalim pada masa itu. Sang penguasa marah dan memerintahkan hukuman mati kepada Bong Khiung Fu. Bersama pasukan dan putrinya, Bong Khiung Fu pun melarikan diri dari daratan Tiongkok dan mengarungi samudra. Mereka membawa seluruh harta dan pasukannya dengan menggunakan beberapa buah kapal besar dan kecil. Mereka juga membawa tanaman jeruk Kingkit sebagai obat anti mabuk, yang dimasa mendatang, merupakan tanaman yang mahal dan langka di Indonesia.
Ketika melewati perairan Selat Berhala dekat ujung utara pulau Bangka, rombongan ini dikejar oleh para bajak laut, sehingga mereka melarikan diri menuju Pulau Bangka, memasuki Teluk Kelabat hingga muara Sungai Karang Lintang dan bersembunyi di situ. Setelah merasa aman bersembunyi di situ, mereka lalu membuka lahan untuk berkebun dan bercocoktanam sehingga kemudian berfikir untuk mendirikan sebuah benteng pertahanan yang kokoh untuk bertahan dari serangan bajak laut dan serangan lainnya. Bangunan yang didirikan itu sebagai benteng sekaligus istana kecil, lengkap dengan perangkat pemerintahannya. Sebagai kerajaan kecil yang saat itu tunduk pada kekuasaan Kesultanan Palembang, maka tentu saja diharuskan memberikan upeti berupa timah tiban.
Pembangunan Benteng Kuto Panji atau dalam bahasa China, Bongkap, memakan waktu 5 tahun (1664-1669 M). Sebagai perekat/ semen, digunakan putih telor angsa sebagai campuran pasir dan batu sehingga benteng ini dapat bertahan beberapa abad sebelum benar – benar runtuh di tahun 1774 karena serangan musuh serta serangan Lanun.
Versi lainnya mengenai keberadaan benteng ini mengenai seorang raja kikir dan bengis bernama Bong Khiung Fu yang memerintah di Tibet, dimana selama pemerintahannya sang raja telah menyalahgunakan kekuasaan demi kepentingan pribadi, misalnya dengan memberlakukan pajak yang sangat tinggi sehingga menyebabkan rakyat menderita. Hal tersebut diketahui oleh maharaja Khian Lung yang bertahta di Provinsi Fukkian setelah mengadakan peninjauan terhadap negeri – negeri kekuasaannya.
Source Benteng Kuto Panji Bangka Belitung Bangka Belitung
Comments
Loading...