Benteng dan Jagang Kraton Mataram Yogyakarta

0 53

Benteng dan Jagang Kraton Mataram

Secara fisik jagang sampai sekarang masih dapat dikenali,meskipun sebagian sudah tidak ada airnya,kecuali yang berada di bagian barat. Berdasarkan pengamatan di lapangan parit itumemiliki lebar 15-25 m, kedalaman antara 1–3 meter. Pada saat ini sisa-sisa jagangitu dipergunakan oleh penduduk setempat sebagailahan pertanian dan pemukiman.

Status kepemilikkan bangunan benteng ada Kraton Kasunan Surakarta dan Kraton Kasultanan Yogyakarta.Sejarah : Baik tradisi tutur maupun naskah babat Ki Gede Pemanahan digambarkan sebagai tokoh perintis berdirinya kerajaan Mataram, sedangkan Raden Sutowijaya adalah raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Mataram. Babat Momana (tahun 1528J/1606 M) menyebutkan tentang keberadaan Kraton Mataram sebagai berikut; “ Astana Kapura ing Kitha Ageng“ artinya istana raja berada di Kota Gede. Istana tersebut dikelilingi tembok dan pintu – pintu gerbang (De Graff, 2002: 27). Keterangan tentang letak Kraton Mataram berada di Kota Gede seperti yang dimuat dalam Babat Momana diperkuat dengan temuan-temuan di wilayah itu berupa sisa – sisa bangunan berupa pagar keliling dan jagang. Sedikit kisah tentang pembangunan tembok istana raja di Kota Gede dimuat dalam : Babad Tanah Jawi yang menyebutkanbahwa tembok istana itu selesai dibangun pada tahun 1509 J atau 1587 M(Meinsma, Babad:112.)

Benteng sering pula disebut cepuri oleh penduduk setempat merupakan tembok dengan material mengunakan bahan bata dan batu putih yang mengelilingi kedhaton seluas ±6,5 Ha. Secara fisik sebagaian besar benteng/cepuri telah runtuh hanya beberapa lokasi tampak tinggal fondasi, sisa–sisa bangunan yang masih dapat dikenali antara lain di bagian utara utara berupa Jebolan Raden Ranggo, di bagian barat, sudut barat daya, dan selatan tinggal fondasi, di bagian sudut tenggara memiliki bentuk melengkung menyerupai pantat. Oleh karena itu penduduk setempat menyebut sisa bangunan itu dengan istilah Bokong Semar. Kondisi benteng di bagian timur tidak jauh berbeda dengan kondisi tempat yang lainnya. Jagangadalah istilah untuk menyebut parit yang mengelilingi benteng cepuri.

Source http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/ngayogyakarta-hadiningrat/mataram-islam/787
Comments
Loading...