Benteng Bendewuta Sulawesi Tenggara

0 73

Lokasi Benteng Bendewuta

Benteng Bendewuta terletak di kabupaten Konawe, kecamatan Abuki, kelurahan Atodopi, Sulawesi Tenggara.

Benteng Bendewuta

Benteng Bendewuta merupakan benteng pertahanan yang diketuai putra mahkota Bokeo Tigalu untuk melakukan penyerangan terhadap Belanda, pembuatan benteng bendewuta ini pada tahun 1912 proses pembuatannya selama enam bulan, pembuat atau pekerja benteng ini adalah suku atau orang asli Tolaki Abuki mereka mengunakan alat tradisional yaitu Osura (dalam bahasa Daerah tolaki).

Tujuan dari pembuatan benteng tersebut untuk melakukan perlawanan atau menghadang orang-orang Belanda yang ingin menuju di ulu sungai Abuki, karena pada waktu itu ketika belanda masuk di konawe, masing-masing orang dikampung mulai menyingkir naik diulu sungai abuki untuk tinggal, karena diatas Ulu Sungai Abuki tersebut terdapat suatu lembah yang dikelilingi gunung yang disebut Wawowaha disana mereka berkumpul.

Tetapi dalam perlawanan masyarakat untuk Belanda semuanya tidak berhasil karena ada seorang Ulama Kendari yang juga masuk atau menjadi juru bahasa Belanda yang bernama H. Abdula Gani Laksamanayang datang menghantarkan adat kepada pembuat benteng Bendewuta  yang bernama Tomas Salipu untuk menyatukan adat ssehingga dihentikan perlawanannya, sehingga pembuatan benteng tersebut tidak selesai, tetapi bagian atas  benteng ada gundukan tanah untuk mengintai ketika musuh-musuh dari belanda datang.

Panjang benteng Bendewuta tersebut sekitar 1 kilometer, dan tinggi benteng tersebut sekarang  ada yang 2 meter dan ada yang 3 meter. Tetapi pada zaman penjajahan  tinggi benteng tersebut adalah 5 meter, karena pada saat pembuatan orang-orang berdiri dari dasar tanah orang-orang tersebut tidak nampak atau terlihat, tetapi dikarenakan pergeseran tanah dan sudah ratusan tahun sehinga terjadi penurunan dan pergeseran, dan lebar benteng sekarang adalah 1,5 meter.

Source https://www.blogger.com/about/?r=1-null_user http://alfasejarah95.blogspot.co.id/2015/08/sejarah-singkat-kerajaan-lakidende.html
Comments
Loading...