Benteng Belanda di Pagaralam

0 74

Benteng Belanda di Pagaralam

Masih banyak masyarakat Kota Pagaralam yang tidak mengetahui bahwa di wilayah Dusun Bandar Kelurahan Kance Diwe Kecamatan Dempo Selatan terdapat benda dan juga bangunan bersejarah peninggalan Belanda.

Bahkan di Dusun Bandar dahulunya, pada zaman penjajahan Belanda merupakan ibu Kota Pagaralam pertama yang dibuat pemerintahan Belanda. Hal ini terbukti dengan adanya bekas bangunan Benteng Pertahanan Belanda di kawasan tersebut.

Namun saat ini kondisi bangunan yang ada sudah hancur. Hanya tertinggal bekas dan bangunan Benteng Belanda yang sudah hancur.

Berdasarkan cerita warga sekitar, dulunya masih ada beberapa Mariam peninggalan Belanda. Namun seiring waktu benda-benda tersebut sudah hilang dan diambil oknum masyarakat.

Tidak hanya itu, di sekitar Dusun Bandar juga masih ada pohon tanaman zaman Belanda dahulu. Bahkan di kawasan itu juga masih banyak kuburan orang Belanda.

Bahkan di daerah Bandar adalah pusat perdagangan dengan para pedagang dari China maupun Palembang. Pasalnya tepat di belakang Dusun masih ada beberapa kuburan orang cina.

Pada masa pemerintahan Belanda, untuk menguatkan dan menunjukkan di wilayah Dusun Bandar, terdapat di areal sawahnya, ada bekas dinding batu bangunan Belanda, tidak lain merupakan bangunan penjara Belanda.

“Masih ada pondasi batu bekas bangunan Penjara Belanda disini. Bukan hanya itu, di kawasan ini juga terdapat tempat pemandian orang Belanda, karena menurut cerita orangtua, dahulunya daerah ini perumahan Belanda dan daerah SKIP, tempat latihan menembak tentara Belanda,” jelas Fitri warga yang rumahnya tepat berada di lokasi Benteng Belanda tersebut.

Dulunya banyak warga yang menemukan guci dan peralatan rumah tangga yang mewah di kawasan tersebut diduga milik para tentara Belanda. Tidak hanya itu warga juga menemukan peluru timah, botol minuman dan keramik di kawasan ini.

Source http://palembang.tribunnews.com http://palembang.tribunnews.com/2017/08/01/benteng-belanda-di-pagaralam-begini-kondisinya-sekarang
Comments
Loading...