Benteng Baadia: Pertahanan Kerajaan Buton yang Terbuat dari Batu Karang dan Putih Telur

0 92

Benteng Baadia: Pertahanan Kerajaan Buton yang Terbuat dari Batu Karang dan Putih Telur

Kesultanan Buton tidak hanya memiliki satu benteng keraton yang terkenal dengan terpanjang dan terluas di dunia saja. Namun di Buton juga memiliki beberapa benteng lain, diantaranya seperti Benteng Baadia yang berada di Kelurahan Baadia, Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

Benteng Baadia didirikan oleh Sultan Buton ke XXIX yakni Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin I di tahun 1824-1851. Benteng ini mempunyai luas sekitar 4.389 meter persegi dan posisinya berada di bagian selatan dari benteng Keraton Buton.

Benteng ini terbuat dari batu karang dengan campuran putih telur mempunyai ketebalan sekitar 1 meter dengan ketinggian sekitar 7-8 meter. Pintu gerbang benteng menghadap ke timur, komponen benteng yang lain adalah 3 buah bastion, dan 2 pintu darurat.

“Benteng ini dibangun dengan tujuan sebagai basis pertahanan di bagian selatan dari serangan bajak laut dan juga serangan lainnya ke benteng keraton buton di bagian selatan,” kata pemandu wisata Benteng Keraton Buton, Sarman.

Di tengah benteng tersebut juga terdapat runtuhan puing bangunan pesantren yang dibangun Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin I.

Benteng Baadia berada di tempat perbukitan dan benteng ini juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Namun sangat disayangkan, benteng ini tidak mendapatkan perawatan, karena di dalamnya telah menjadi area perkebunan.

“Banyak wisatawan datang berkunjung melihat benteng ini, tapi kebanyakan mereka hanya melihat dari luar saja dan tidak berani lama-lama karena benteng ini sepi,” ujarnya.

Walaupun sepi, namun dari atas Benteng Baadia ini, mempunyai pemandangan yang menarik. Dari atas benteng tersebut bisa dilihat laut biru Teluk Kota Baubau dan beberapa pulau lainnya.

Source http://www.tribunnews.com http://www.tribunnews.com/travel/2016/02/01/benteng-baadia-pertahanan-kerajaan-buton-yang-terbuat-dari-batu-karang-dan-putih-telur
Comments
Loading...