Benteng Alla Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Enrekang

0 104

Benteng Alla Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Enrekang

Situs sejarah Benteng Alla terletak di Desa Benteng Alla dan Desa Benteng Alla Utara, Kecamatan Baroko, Kabupaten Enrekang. Situs ini berjarak sekitar 47 Km dari Kota Enrekang atau 277 Km dari Kota Makassar.

Benteng peninggalan sejarah ini, bisa ditempuh dengan berkendara menggunakan roda dua maupun roda empat selama satu setengah jam. Situs sejarah Benteng Alla berupa gunung batu berbentuk benteng yang memanjang sekitar 5 Km dengan luas area 80 Ha.

Benteng Alla berbatasan langsung dengan Kabupaten Tana Toraja. Benteng Alla memiliki tiga pintu masuk area benteng yang berbentuk mirip segitiga ini. Menurut tokoh masyarakat setempat, Patola, sudah ada sebelum zaman penjajahan Belanda. Yang terbentuk secara alami oleh kondisi alam di masa lampau. Konon Benteng Alla adalah benteng terakhir direbut oleh Belanda pada tahun 1907 silam.

“Jadi benteng ini dulunya merupakan benteng pertahanan masyarakat Enrekang dan Toraja saat melawan penjajah pada tahun 1905-1907,” kata Patola kepada TribunEnrekang.com, Jumat (5/5/2017).

Dia menjelaskan, pada saat itu tiga pintu Benteng tersebut masing-masing dijaga oleh satu pleton pasukan.

Saat itu ada pasukan dipimpin oleh Pongbakkula’, Bo’dik, Buto sese’ dan Indo Bauwang mereka dijuluki A’pa’ Tepuna Bua.

Mereka memimpin perlawanan terhadap penjajah dengan menggunakan senjata tradisional sejak tahun 1905-1907.

“Jadi saat pahlawan nasional, Pongtiku dan pasukannya terdesak di Benteng Barukku, Toraja Utara dia mundur ke benteng ini,” ujar Mantan Kepala Desa Benteng Alla ini.

“Untuk bergabung bersama dengan pasukan A’pa’ tepuna bua’ melawan Belanda,” tambah Patola.

Ia menambahkan, para pejuang mengorbankan nyawanya demi pertahankan Benteng tersebut selama dua tahun.

Namun, pada tahun 1907 Benteng tersebut bisa direbut oleh Belanda karena para penjajah mengarahkan seluruh pasukannya mengepung benteng itu.

“Saat dikepung dan terdesak para pejuang memilih bertempur hingga tewas dan bunuh diri massal, karena mereka tak ingin ditawan oleh penjajah,” ucap Patola.

Kini, benteng tersebut masih berdiri kokoh dan menjadi saksi bisa sejarah pejuangan rakyat di masa lalu. Benteng ini kerap menjadi tempat napak tilas para siswa dari Tana Toraja ataupun Enrekang untuk mengenang jejak perjuangan para pahlawan kemerdekaan.

Source http://makassar.tribunnews.com http://makassar.tribunnews.com/2017/05/05/benteng-alla-saksi-bisu-perjuangan-rakyat-enrekang?page=2
Comments
Loading...