Bale Beleq Sukadana Sebagai Warisan Leluhur

0 58

Bale Beleq Sukadana Sebagai Warisan Leluhur

Bale Beleq merupakan bangunan yang dianggap suci dan agung oleh masyarakat suku Sasak di Desa Sukadana, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Dimana bangunan Bale Beleq, atau sering disebut Bale Atas ini dipercaya sebagai warisan dan peninggalan leluhur mereka.

Dalam kompleks bangunan di Bale Beleq, terdapat dua buah bangunan yang dinamakan Bale Atas, atau sering disebut Gedeng Kedaton. Kedua bangunan di Bale Beleq itu, yakni Bale Atas Laki dan Bale Atas Bini. Bentuk bangunannya kini telah berubah seperti rumah biasa, hanya saja dibangun di atas ketinggian. Sehingga untuk masuk ke dalam bangunan ini, dibuatlah tangga bertingkat.

Sebelumnya, Bale Atas Laki atau Bale Atas Bini tidak seperti bangunan rumah biasa, tetapi bangunannya terbuat dari kayu, dengan atap berlapis jerami. Tetapi akibat kondisi cuaca dan iklim yang tidak mendukung, masyarakat setempat mau tidak mau akhirnya bersepakat untuk merenovasi bangunan Bale Atas seperti layaknya bangunan rumah biasa.

Di dalam ruangan Bale Atas Laki sendiri terdapat pusaka yang merupakan peninggalan leluhur, dan masih tersimpan rapi. Sayangnya, benda pusaka itu tidak bisa diperlihatkan kepada Radar Lombok. Konon jumlah benda pusaka itu tidak terlalu banyak, hanya beberapa buah saja. Namun sangat dijaga dan dihormati oleh masyarakat setempat.

“Banyak yang meminta benda-benda pusaka yang terdapat di Bale Atas Laki ini untuk disimpan ke musium. Tetapi warga menolak, dengan pertimbangan nantinya benda pusaka tersebut tidak dirawat secara maksimal,” kata pengurus Bale Beleq, Baiq Nursih, Kamis kemarin (28/9).

Bale Atas Laki mempunyai struktur bangunan seperti layaknya rumah biasa. Tetapi di bagian bawah bangunan dikelilingi oleh tangga yang berjumlah 9 buah. Demikian pada tembok bangunannya, juga tidak memiliki corak khusus, dan hanya di cat berwarna hijau pada bagian dasarnya.

Bale Atas Laki memiliki dua lapis ruangan, lapis luar dan lapis dalam. Lapis luar merupakan ruang tamu yang di jadikan sebagai tempat untuk menerima atau mempersilahkan peziarah. “Dari cerita orang tua kami, 9 tangga ini maksudnya adalah pada saat ada acara sesaji di Bale Beleq, harus dikelilingi sebanyak 9 kali, dengan diiringi oleh alunan kesenian Gendang Beleq. Dan itu hanya dilakukan pada saat bulan maulid saja,” kisahnya.

Inaq Nursih yang setiap hari mengurus Bale Atas ini bercerita, di dalam Bale Atas Laki juga terdapat Dulang, yang berfungsi sebagai wadah untuk menaruh sesajen, dan lantainya dilapisi dengan karpet.

Lapisan dalam Bale Atas Laki ini konon berisi benda-benda keramat yang dipercayai mempunyai penunggu, yaitu roh-roh leluhur yang dihormati. “Benda-benda itu seperti keris,tombak, kaleng kuningan, pentungan, rambut yang berukuran sangat panjang sehingga bisa digulung beberapa puluh kali, dan alat-alat perang lainnya,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan Inaq Nursih, di dalam Bale Atas Laki juga terdapat kaleng yang harus diisi air, sekali setahun pada saat bulan maulid saja. Dimana air yang berada di dalam kaleng tidak boleh kurang airnya. Pasalnya, kalau air kurang, maka akan terjadi kekeringan yang melanda Desa Sukadana. “Kalau air didalam kaleng itu kering, pasti ada tandanya. Dimana masyarakat desa akan mengalami kekeringan, dan itu sudah terjadi,” tuturnya.

Selain itu, di dalam Bale Atas Laki juga terdapat gong, dimana kalau gong ini tiba-tiba mengeluarkan bunyi, maka akan ada perkelahian yang melanda masyarakat desa setempat.

“Sejak berusia 8 tahun saya sudah merawat Bale Atas ini. Hanya sekali saya mendengar suara kuda yang sedang berlari, dan suara-suara aneh didalamnya. Itu terjadi karena ada masyarakat yang mengambil air di dalam Bale Atas, tapi tidak lengkap membawa syarat,” ceritanya.

Sedangkan Bale Atas Bini memiliki struktur bangunan yang tidak jauh berbeda dengan Bale Atas Laki. Bedanya adalah corak bangunan pada temboknya, isi dari lapisan dalamnya, jumlah tangga, dan bentuk kentongannya.

Isi dari lapisan dalamnya sama dengan Bale Atas Laki. Hanya saja pada Bale Atas Bini ini terdapat bedak, yang konon jika digunakan akan membuat aura kecantikan dari sang pemakainya terpancar. Sehingga banyak lelaki yang tertarik padanya.

Bentuk kentongan dari BaleAtas Bini ini adalah pepat seperti kalung kerbau atau sapi, tetapi ukurannya agak besar. Sedangkan jumlah tangga yang terdapat di bagian depan Bale Atas Bini ada sebanyak 6 buah, yang filosopinya adalah jumlah dari rukun Iman dalam Islam.

Source https://radarlombok.co.id https://radarlombok.co.id/misteri-bale-beleq-sukadana-sebagai-warisan-leluhur.html/4
Comments
Loading...