Warisan Luhur Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah: 5 Tradisi Adat Jambi yang Tetap Lestari 2026

Warisan Luhur Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah: 5 Tradisi Adat Jambi yang Tetap Lestari 2026

Situsbudaya.id , Jambi – Terletak di pesisir Timur Sumatra, Provinsi Jambi menyimpan kekayaan peradaban yang berakar dari masa Kerajaan Melayu kuno hingga kesultanan Islam. Dengan semboyan “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah”, masyarakat Jambi di tahun 2026 terus membuktikan bahwa nilai-nilai adat adalah fondasi utama dalam menjaga harmoni sosial di tengah gempuran era digital.

Berikut adalah 5 kekayaan budaya adat Jambi yang menjadi identitas kebanggaan masyarakat setempat:

1. Upacara Adat Kenduri Seko

Berasal dari wilayah Kerinci, Kenduri Seko adalah upacara sakral untuk mensyukuri hasil panen sekaligus pengukuhan gelar adat. Tradisi ini sangat unik karena melibatkan pembersihan benda-benda pusaka peninggalan leluhur yang telah berusia ratusan tahun. Di tahun 2026, Kenduri Seko menjadi salah satu daya tarik wisata budaya internasional di kawasan Geopark Merangin.

2. Tari Sekapur Sirih: Lambang Keterbukaan

Sebagai “Bumi Melayu”, Jambi memiliki Tari Sekapur Sirih yang menjadi tarian wajib untuk menyambut tamu agung. Tarian ini melambangkan ketulusan dan kerendahan hati masyarakat Jambi dalam menerima pendatang. Keanggunan gerak penari yang membawa cerano (wadah sirih) mencerminkan filosofi penghormatan yang tinggi terhadap sesama manusia.

3. Tradisi Berburu Sumbun (Kampung Laut)

Di pesisir Tanjung Jabung Timur, terdapat tradisi unik bernama Berburu Sumbun (sejenis kerang bambu). Tradisi ini bukan sekadar mencari pangan, melainkan bentuk kearifan lokal dalam menjaga ekosistem pantai. Festival Sabak yang digelar setiap tahun kini menjadi ajang pelestarian budaya pesisir yang dinanti oleh para pelancong.

4. Rumah Lamo (Rumah Larik)

Arsitektur Rumah Lamo Jambi memiliki karakteristik rumah panggung yang khas dengan hiasan ukiran motif flora yang rumit. Salah satu yang paling ikonik adalah bentuk atap yang disebut Gajah Mabuk. Struktur bangunan ini dirancang untuk tahan gempa dan banjir, menunjukkan kecerdasan arsitektur nenek moyang Jambi dalam beradaptasi dengan alam.

5. Seloko Kuno: Sastra Lisan Penuh Makna

Seloko adalah ungkapan atau pepatah adat dalam bahasa Melayu Jambi yang berisi petuah dan norma hukum adat. Hingga saat ini, Seloko masih digunakan dalam prosesi pernikahan dan penyelesaian sengketa di desa-desa. “Adat bersendi Syarak, Syarak bersendi Kitabullah” adalah Seloko paling utama yang mendasari tatanan hidup masyarakat Jambi.

Pesan Pelestarian:

Gubernur Jambi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus mendorong digitalisasi literasi adat agar generasi Z Jambi bangga akan identitasnya. Penggunaan Batik Jambi dengan motif Batanghari dan Kapal Sanggat juga semakin populer di kalangan anak muda sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif berbasis budaya.

Warisan Luhur Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah: 5 Tradisi Adat Jambi yang Tetap Lestari 2026
Next Post

No more post

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *