Berkunjung ke Museum Karst Wonogiri

0 132

Alamat Museum Karst

Gebangharjo, Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah

Karakteristik Museum Karst

Bangunan berbentuk limas ini di kelilingi bukit kapur pegunungan sewu, sekilas bangunan seperti gunung. Bagian bawah besar dan kokoh, ke atas makin mengecil. Inilah Museum Kars Indonesia (MKI), yang disebut-sebut museum karst terbesar di Asia Tenggara. Keseluruhan kompleks museum hampir 25 hektar, dengan luas bangunan 300 meter persegi, terdiri dari tiga lantai.

Karst

Kala memasuki museum, pengunjung akan “disapa” miniatur stalagtit dan stalagmit di lobi. Setelah mengisi buku tamu, bisa memasuki lantai satu berisi peraga dan berbagai gambar tentang peta karst dunia, pembentukan karst, fenomena karst Indonesia, hingga replika manusia kerdil di Flores. Lantai satu bertema Karst untuk Ilmu Pengetahuan.

Selanjutnya, pengunjung bisa ke lantai dasar berisi beraneka alat budaya, diorama, hingga kerangka manusia prasejarah. Lantai dasar ini bertema karst untuk kehidupan. Lantai dua atau teratas berupa auditorium untuk pemutaran film dan rapat atau presentasi.

Dari balkon lantai dua, pengunjung bisa menikmati keindahan pemandangan perbukitan karst yang mengitari museum. Manfaatnya, mereka bisa membandingkan materi peraga di museum dengan kondisi nyata.

Sebenarnya, penulisan baku untuk karst menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah karst, tetapi museum ini pakai penulisan kars, tanpa huruf ‘t’.

Tentang Karst

Di lantai satu, pengunjung dapat belajar proses karst terjadi, tipe-tipe karst di Indonesia, dan apa saja yang unik dan khas dari fenomena karst di seluruh Indonesia.

Dari sana disebutkan, karst adalah bentukan topografi batu gamping akibat pelarutan air. Proses pelarutan ini berlangsung ratusan ribu hingga jutaan tahun. Makin lama, pelarutan membentuk lubang lalu menjadi gua, sungai bawah tanah, dan dolina.

Batu gamping sendiri berasal dari biota laut berupa karang. Karena suatu hal, misal, aktivitas gunung api di laut, karang ini menjadi mati. Oleh tekanan dan kondisi alamiah tertentu makin lama tumpukan kerang ini berubah menjadi batu gamping. Nah, batu gamping yang semula di laut ini akhirnya jadi perbukitan di daratan lewat proses pengangkatan tenaga tektonik.

Beberapa bukti bahwa batuan gamping dulu berada di dasar laut ditampilkan dalam museum, seperti ada fosil Gastropoda (siput laut) ditemukan di batuan kapur Pacitan.

Gambaran karst di Indonesia juga ditampilkan baik lewat gambar, peraga, maupun informasi audio visual yang bisa dinyalakan dengan menekan tombol. Mulai dari karst Ciampea, Ciseeng, Gudawang, Gunung Sewu, Maros-Pangkep, Gombong, Sangkulirang-Tanjung Mangkaliat-Tapin, Wawolesea, Padang, Muna, hingga karst Papua.

 

Source Museum karst wonogiri
Comments
Loading...