Candi Sari Bukti Peninggalan Rakai Panangkaran Di Yogyakarta

0 73

Candi Sari

Candi Sari terletak tidak jauh dari Candi Kalasan, sekitar 0,5 Km di sebelah ti­mur lautnya. Secara administrasi, Candi Sari berada di Dusun Bendan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta­. Kata Sari mempunyai arti cantik atau elok. Dimungkinkan pemilihan kata tersebut, dikaitkan dengan keindahan hiasan serta corak gaya bangunannya.

Menurut beberapa ahli arkeologi, Candi Sari dibangun sezaman dengan Candi Kalasan, yaitu sekitar abad ke-8 M.  Sesuai dengan bentuk atapnya yaitu stupa, Candi Sari ini berlatar belakang agama Buddha. Candi Sari ditemukan dalam keadaan rusak berat, kemudian pada tahun 1929 dipugar oleh Dinas Purbakala dan selesai tahun 1930, tetapi belum sempurna. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya batu candi yang hilang.

Bentuk Bangunan Candi

Candi Sari berdenah empat persegi panjang dengan  ukuran 17,30 m x 10 m dan ting­gi 17 m. Seperti pada umumnya bangunan candi, secara vertikal Candi Sari dapat dibagi menja­di tiga bagian, yaitu bagian kaki, tubuh, dan atap.

Candi Sari menghadap ke arah timur, dan mempunyai tangga masuk ke dalam candi di sisi timur. Pintu masuk dihiasi dengan kala dan pada bagian bawah dipahatkan relief orang sedang menunggang gajah. Pada setiap sisi terdapat jendela yang terbagi rata mengitari bagian tingkat bawah dan tingkat atas. Di dalam tubuh candi terdapat tiga bilik (ruangan) yang berjajar dan masing-masing di­hubungkan dengan lubang pintu antara tembok pemisah. Tiap bilik berukuran lebar 3 m x panjang 5,80 m, terbagi atas bilik bawah dan atas.

Pada bagian bilik bawah masing-masing mempunyai relung di sisi utara dan selatan yang berhiaskan kala makara. Di bilik tengah bawah sisi barat terdapat relung yang juga dihiasi  kala makara. Relung-relung yang ada terse­but semua sudah tidak ada arcanya. Kemungkinan arca-arca tersebut adalah Buddha yang diapit oleh dua Bodhisatwa (bandingkan dengan Candi Plaosan). Pada bagian atap membentuk sungkup jajar tiga yang masing-masing me­lengkapi sebuah dari ketiga bilik. Di bawah relung terdapat jaladwara­ (pancuran) yang berupa raksasa yang duduk di atas ular. Di sepanjang bing­kai, pelipit atas, dan jendela tengah atas, terdapat simbar-simbar berbentuk segitiga  berjumlah 70 buah menghiasi  keempat balok.

Sedangkan pada bagian luar tubuh candi terpahat arca-arca yang diletakkan berjajar menjadi dua baris di antara dua jende­la. Arca itu merupakan arca Bodhisatwa  berjumlah 38 buah (8 di sisi timur, 8 di sisi utara, 8 di sisi selatan, dan 14 di sisi barat). Di sebelah kanan-kiri jendela ada pahatan kinara-kinari (makhluk kaya­ngan yang berwujud setengah manusia dan setengah burung). Seperti halnya Candi Kalasan, Candi Sari   juga dilapisi dengan bajralepa, yaitu semacam lepa yang dipakai untuk melapisi bagian luar dinding candi.

Source Candi Sari Yogyakarta Candi Sari Yogyakarta
Comments
Loading...