Museum Masjid Agung Demak

0 189

Museum Masjid Agung Demak

Museum Masjid Agung Demak merupakan Museum yang terletak di Jl. Sultan Patah No. 57 Kec. Bintaro, Kab. Demak ini memberikan nuansa yang sangat religi. Tampak muka Museum Masjid Agung Demak yang menghadap ke selatan, dengan situs kolam wudlu tampak berada di sebelah kirinya. Bangunan di sebelah kirinya ada pendopo yang menjadi serambi dengan lorong ke kanan menuju museum, dan lorong ke kiri menuju kantor sekretariat masjid dan kemudian menuju ke kompleks Makam Raja-Raja Demak di belakangnya. Museum ini buka tiap hari dari Senin hingga Minggu pada jam kerja.

Museum Masjid Agung Demak adalah sebuah museum yang terletak di dalam kompleks Masjid Agung Demak dalam lingkungan alun-alun kota Demak. Masjid Agung Demak merupakan masjid tertua di Pulau Jawa, didirikan Wali Sembilan atau Wali Songo. Museum ini menyimpan berbagai barang peninggalan Masjid Agung Demak. Museum berdiri di atas lahan seluas 16 meter persegi ini menyimpan benda-benda bersejarah yang mencapai lebih dari 60 koleksi.

Beberapa koleksi tersebut antara lain : bagian-bagian sokoguru (sokoguru Sunan Kalijaga, sokoguru Sunan Bonang, sokoguru Sunan Gunungjati, sokoguru Sunan Ampel , sirap, kentongan dan bedug peninggalan para wali, dua buah gentong (tempayan besar) dari Dinasti Ming hadiah dari Putri Campa abad XIV, Pintu Bledeg buatan Ki Ageng Selo yang merupakan condrosengkolo berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani yang berarti angka tahun 1388 Saka atau 1466 M atau 887 H, foto-foto Masjid Agung Demak tempo dulu, lampu-lampu dan peralatan rumah tangga dari kristal dan kaca hadiah dari PB I tahun 1710 M, kitab suci Al-Qur’an 30 juz tulisan tangan, maket masjid Demak tahun 1845 – 1864M, beberapa prasasti kayu memuat angka tahun 1344 Saka, kayu tiang tatal buatan Sunan Kalijaga, lampu robyong masjid Demak yang dipakai tahun 1923 – 1936 M.

Yang paling menarik pengunjung di museum ini adalah Pintu bledeg buatan Ki Ageng Selo tahun 1466 M, dibuat dari kayu jati berukiran tumbuh-tumbuhan, suluran, jambangan, mahkota, dan kepala binatang (naga) dengan mulut terbuka menampakkan gigi-giginya yang runcing. Menurut cerita, kepala naga tersebut menggambarkan petir yang kemudian dapat ditangkap oleh Ki Ageng Selo.

Source Museum Masjid Agung Demak Museum Masjid Agung Demak
Comments
Loading...