Museum Jamu Nyonya Meneer Semarang

0 97

Museum Jamu Nyonya Meneer

Museum Jamu Nyonya Meneer terletak di Jl. Kaligawe Km.4 Semarang. Museum Jamu Nyonya Meneer merupakan satu museum jamu yang pertama di Indonesia. Museum jamu ini didirikan pada 18 Januari 1984. Tujuan dari didirikannya museum jamu ini yaitu sebagai cagar budaya untuk melestarikan warisan budaya leluhur sehingga dapat menjadi media edukasi serta rekreasi untuk generasi muda. Museum Jamu Nyonya Meneer ini terbagi menjadi dua bagian, pertama bagian yang menyajikan produktivitas jamu, menyangkut produktivitas secara tradisional, termasuk beberapa patung yang menggambarkan produksi jamu dikala itu, serta bagian yang menyajikan barang koleksi pribadi Nyonya Meneer itu sendiri. Bangunan museum Nyonya Meneer ini menganut gaya rumah jawa. Aksen terasa sekali ketika kita berada di dalam museum. Sekilas, Anda akan membayangkan suasana pendopo seperti di keraton. Aksen kayu banyak ditemui di setiap sudut ruangan, begitupun dengan perabot seperti lemari, meja, dan lain sebagainya. Museum ini terbuka untuk umum, bisa datang langsung ke lokasi di atas, namun jika akan datang berkelompok dengan jumlah lebih dari 25 orang diharapkan menghubungi terlebih dahulu 1 minggu sebelumnya.

Profil Nyonya Meneer

Nyonya Meneer sendiri lahir di kota Sidoarjo, Jawa Timur, pada tahun 1893, menir adalah seorang anak yang terlahir pada saat kolonial Belanda masih berkuasa. Nama yang semula Menir kemudian berubah menjadi Meneer karena pelafalan para orang-orang Belanda yang sering memanggilnya Meneer.

Meneer yang menikah disaat usianya masih belia yakni 17 tahun pindah ke Ibukota Jawa tengah bersama suaminya yang berasal dari Semarang. Pernikahan mereka berjalan normal layaknya pasangan pada umumnya. Suatu ketika sang suami mengalami sakit keras, berbagai dokter didatangkan untuk menyembuhkan penyakit suaminya, namun tidak ada satu pun yang berhasil. Meneer yang panik berinisiatif membuat racikan jamu yang diperolehnya turun temurun dari keluarganya.

Dengan penuh kesabaran, Meneer mencoba memadukan tumbuhan, akar dan tumbuh-tumbuhan untuk dijadikan jamu dan diberikan kepada sang suami. Harapan yang dinantikan pun terbukti, perlahan kesehatan sang suami mulai berangsur pulih dan sehat kembali.

Mendengar kabar jamu yang dibuat Meneer mempunyai khasiat menyembuhkan suaminya, para tetangga pun penasaran ingin mencoba keampuhan jamu racikan Nyonya Meneer. Pada awalnya, Nyonya Meneer mampu melayani permintaan orang terdekat dan para tetangganya. Namun ketika permintaan semakin banyak, Nyonya Meneer merasa tidak sanggup melayani banyaknya permintaan jamu hasil racikannya.

Kemudian dibuatlah jamu yang dikemas ke dalam bungkus plastik. Rencana ini awalnya tidak berjalan mulus, dikarenakan orang-orang menginginkan jamu langsung dari Nyonya Meneer sendiri. Lalu munculah ide yang digagas sendiri oleh nyonya Meneer, dengan menampilkan wajahnya pada kemasan jamu. Ide ini ternyata terbukti berhasil dan masyarakat disana dapat menerima jamu kemasan dengan cap foto Nyonya Meneer.

Jamu Nyonya Meneer telah menjadi sebuah legenda yang tetap hidup walaupun tanpa adanya sosok dari sang pemilik nama. Pabrik jamu Nyonya Meneer yang berada di Semarang mampu memproduksi berbagai jamu dengan khasiat mengobati berbagai macam penyakit. Tidak hanya terkenal di Indonesia, Jamu Nyonya Meneer mampu menembus pasar internasional. Negara seperti Malaysia, Singapura hingga Australia telah merasakan khasiat jamu kebanggaan Indonesia ini.

Source Museum Jamu Nyonya Meneer detik travel
Comments
Loading...