Museum Wayang Sendang Banyumas

0 131

Museum Wayang Banyumas

Museum Wayang Banyumas, yang dikenal juga dengan nama Museum Wayang Sendang Mas. Sebuah pohon rimbun yang berada beberapa langkah di depan pagar museum cukup memberi keteduhan ketika kami melewati jalan di sampingnya. Museum Wayang Banyumas ini terletak di Jalan Gatot Subroto No.1, Banyumas Jawa Tengah.

Museum Wayang Banyumas memilki luas bangunan 250 m2, di atas tanah 2000 m2 di kompleks pusat pemerintahan lama Kabupaten Banyumas. Gedung museum sebelumnya merupakan paseban bagi tamu bupati. Diresmikan menjadi Museum Wayang Banyumas pada 31 Desember 1982. Di Museum Wayang Banyumas disimpan gamelan lengkap dengan kelir dan jejeran gunungan, Semar, Petruk dam Bawor. Pagelaran wayang dilihat dari belakang kelir, oleh karenanya disebut wayang, bayangan. Wayang juga pion yang dimainkan sekehendak dalang, meskipun kebanyakan lakon mengikuti pakem, cerita baku.

Juga Alat musik tradisional Banyumas yang disebut Calung. Perangkat Calung mirip gamelan namun terbuat dari bambu wulung. Calung berasal dari kata “carang pring wulung” (pucuk bambu wulung). Ada juga yang mengartikan “dicacah melung-melung” (dipukul suaranya nyaring). Calung terdiri atas gambang barung, gambang penerus, dhendhem, kenong, gong dan kendhang.

Ada pula koleksi Wayang Suluh di Museum Wayang Banyumas, yang sesuai namanya dimaksud untuk memberi penyuluhan, penerangan, membangkitkan semangat perjuangan pada awal revolusi kemerdekaan RI. Wayang Suluh dibuat pada 1947 oleh Jawatan Penerangan RI, dikembangkan dari Wayang Wahana yang diciptakan tahun 1920 oleh RM Soetarto Hardjowahono dari Solo.

Koleksi Museum Wayang Banyumas lainnya adalah Wayang Krucil yang dibuat dari kayu pipih atau kulit. Cerita yang dibawakan biasanya kisah Damarwulan Minakjinggo, dilakonkan siang hari dan mamakai gawang, tanpa kelir. Pencipta Wayang Krucil adalah Pangeran Pekik, Adipati Surabaya, pada 1571.

Pada Museum Wayag Banyumas ini juga memiliki koleksi seperti gunungan indah dengan aksara jawanya, diapit Petruk, Gareng, Kyai Semar, dan Bawor. Ada perbedaan antara Bawor dan Bagong. Bagong adalah anak terkahir Semar, sedangkan Bawor adalah anak tertua Semar yang tercipta dari bayangannya, sehingga mirip secara fisik. Perutnya gendut, hidung pesek, dan bokong besar.

Masih banyak koleksi menarik lainnya yang bisa dilihat di Museum Wayang Banyumas. Selain itu, saya juga melihat sebuah buku Babad Banyumas dalam Bahasa Indonesia. Namun sayang saat itu bukunya hanya tersisa satu buah, dan tak ada mesin foto copy, sehingga saya hanya bisa mengambil foto isi bukunya untuk dokumentasi.

Museum Wayang ini buka pada hari Senin s/d Kamis pukul 08.00 – 14.00, sedangkan hari Jum’at  buka pukul 08.00 – 11.00, dan Sabtu buka pukul 08.00 – 12.45. Harga tiket masuknya : Rp. 1.000.

Source Museum Wayang Sendang Mas BANYUMASKU.COM
Comments
Loading...