Gedung Veteran Surakarta Peninggalan Belanda Di Solo

0 516

Bangunan yang berada di pojok perempatan Purwosari, Solo ini tak banyak orang yang tau mengenai sejarahnya, hal ini di sebabkan minimnya informasi serta pengetahuan warga yang menerangkan tentang bangunan kuno ini. Gedung Veteran namanya yang sekarang warga solo lebih mengenalnya dengan sebutan “omah lowo” yang artinya Rumah Kelelawar. Disebut sedemikian karena populasi penghuni gedung kuno ini adalah kelelawar. Momen ini bisa kita saksikan bila menjelang maghrib, di mana para kelelawar penghuni rumah tersebut akan berhamburan keluar untuk mencari makanan. Sementara kalau di siang hari, hanya terdengar sahutan kelewar belaka.

 

 

 

 

 

 

 

 

Omah Lowo atau Gedung Veteran yang terletak di Jalan Slamet Riyadi yang bertuliskan Villa Liberty, secara administratif Omah Lowo ini berada di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Gedung ini tepat berada di pojok tenggara antara pertemuan Jalan Slamet Riyadi dengan Jalan Perintis Kemerdekaan, atau tepat berada di sebelah timur bangunan pencakar langit, Solo Center Point (SCP).

Dahulu Omah Lowo ini merupakan tempat tinggal dari bangsawan atau pejabat Belanda. Akan tetapi pada tahun 1945 Gedung ini di beli oleh sepasang keluarga Cina yang bernama Sie Djian Ho. Ia adalah seorang pengusaha dari Tionghoa yang sangat kaya raya pada jamannya, ia juga menguasai bisnis penerbitan serta pemilik dari pabrik es yang terletak di seberang rumahnya yang sekarang pabrik ini menjadi Bangunan dari Solo Center Point/ SCP.

Pada masa perang kemerdekaan, Omah Lowo pernah menjadi salah satu tempat persembunyian para gerilyawan. Setelah kemerdekaan, rumah yang berarsitektur Belanda ini diberikan kepada Pemerintah Indonesia, dan digunakan sebagai Gedung Veteran. Bangunan ini pernah mengalami renovasi besar-besaran tanpa mengubah bentuk aslinya pada tahun 1983-1985.

Menurut infomasi luas bangunan Omah Lowo yang diperkirakan sekitar 1.500 meter persegi, dan berdiri di atas lahan seluas 3.000 meter persegi ini, sempat digunakan untuk kantor haji dan kamar dagang sekitar tahun 1990-an. Bangunan kolonial ini memiliki empat kamar tidur yang luas. Dua kamar berada di sebelah sisi kanan, dan yang dua lagi terletak di sebelah sisi kiri. Masing-masing dipisahkan oleh dua buah ruangan yang juga lumayan luas, yang dulunya dipergunakan sebagai ruang keluarga maupun ruang tamu. Berdasarkan kisah kekunaan yang disandangnya, Omah Lowo ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya yang harus dilindungi dan dilestarikan.

Source Gedung Veteran Surakarta Peninggalan Belanda Di Solo Kekunaan
Comments
Loading...