Sejarah Masjid Mantingan Jepara

0 285

Masjid Mantingan merupakan masjid kedua setelah Masjid Agung Demak dibangun.Masjid Mantingan adalah sebuah masjid kuno di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Masjid ini konon didirikan pada masa Kesultanan Demak. Diprakarsai oleh tiga tokoh yaitu Ratu Kalinyamat beserta suaminya Sultan Hadlirin, dan dibantu oleh Cie Gwi Gwan. Beliau dipercaya oleh Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat untuk menjadi arsitek pembangunan masjid ini. Karena beliau seorang keturunan Cina tidak heran ornamen yang menghiasi masjid ini didatangkan dari negeri tirai bambu tersebut. Hiasan berupa ukiran marmer putih melekat di sepanjang dinding masjid yang dibangun pada tahun 1481 saka atau setara dengan tahun 1549 Masehi.

Bagian atapnya memiliki salah satu ciri masjid yang dibangun pada masa peralihan Hindu – Islam, yaitu bentuk atap “tumpang”. Bentuk atap yang bertumpuk mengerucut berjumlah tiga tingkatan. Arsitektur ini merupakan adopsi dari kebudayaan Hindu. Selain atap Masjid, gapura masjid ini pun juga tidak jauh dari unsur kebudayaan Hindu. Kemudian pada dinding Masjid Mentingan terdapat pula batu – batu bermotif hewan, tumbuhan dan manusia, namun dalam ajaran islam tidak boleh memakai relief manusia maka bentuk bentuk ini di tutupi oleh tembok baru.

Dahulu, Masjid Mantingan ini digunakan untuk upaya penyebaran Islam di Japara. Konon tingkatan tumpang masjid yang menyerupai agama Hindu dilakukan agar masyarakat Jawa tidak gegar budaya menerima ajaran baru yang disebarkan oleh Sultan Hadlirin. Di bagian serambi masjid juga terdapat Bedug yang terlihat usianya sangat tua. “orang-orang sebelum saya tidak banyak yang tahu tentang bedug tersebut, tapi dipercayai bedug ini masih asli dari zaman berdirinya masjid” jelas Ali Syafii selaku juru kunci masjid Mantingan.

Jika anda datang ke masjid Mantingan, anda akan menjumpai beberapa kendi berisi air di depan masjid, warga sekitar dan pengunjung mempercayai air tersebut mengandung berkah apabila diminum. Selain bangunan masjid di komplek Mantingan ini juga terdapat makam Ratu Kalinyamat, Sultan Hadlirin, Raden Abdul Jalil (Syekh Siti Jenar) dan beberapa makam kerabat Ratu Kalinyamat. Terdapat juga museum kecil yang berisikan ukiran marmer putih serupa dengan yang melekat di dinding masjid.

Sampai saat ini bangunan utama masjid masih asli, hanya ada sedikit pelebaran di bagian utara masjid pada tahun 2005 karena banyaknya jumlah pengunjung.

Source Sejarah Masjid Mantingan Jepara jeparanews
Comments
Loading...