Museum Kartini Jepara

0 226

Museum Kartini adalah sebuah museum yang dibuat untuk mengenang sosok Ra Kartini. Letak museum Kartini ini ada di lingkungan Rumah Dinas Bupati Rembang di jalan Alun-alun No.1 Jepara,persis sebelah barat daya Pendopo Kabupaten Jepara. Pada Museum Kartini Jepara tampak sebuah patung sebatas dada sosok RA Kartini yang terbuat dari perunggu berukuran besar, diletakkan di atas dudukan berbentuk bunga teratai. Di dekatnya terlihat koleksi andong antik yang sekarang sudah jarang terlihat lalu lalang di kota Jepara, tergusur oleh angkutan modern.

Raden Adjeng Kartini lahir di Jepara pada 21 April 1879, meninggal di Rembang pada 17 September 1904 dalam usia yang masih sangat muda, 25 tahun. Namun namanya terus hidup dan dikenang oleh banyak orang, sementara banyak wanita lain yang dikaruniai usia lebih panjang namun namanya lenyap begitu saja ditelan jaman. Sekali berarti, matipun menutup mata dengan tenang.

Pada ruangan pertama museum ini terlihat sejumlah poster berisi gambar serta teks peristiwa sejarah seputar Jepara. Disebutkan dalam riwayat bahwa nama Jepara mulai dikenal sejak masa kejayaan Kasultanan Demak Bintoro. Jepara di masa itu merupakan tempat tinggal buruh dan para pelaut. Pada abad XVI, Kota Kalinyamat telah menjadi pusat pemerintahan yang dipimpin oleh Ratu Kalinyamat, dengan istana di sebelah selatan Sungai Jepara. Pada saat itulah armada pelayaran Belanda berlabuh di Pelabuhan Jepara.

Pandangan pada sebuah sudut di ruangan Museum Kartini Jepara. Ada foto RA Kartini dengan dandanan dan rambut bersanggul yang khas, juga repro foto kamar kerja RA Kartini yang mirip dengan apa yang terlihat di museum ini. Ada pula mesin jahit engkol tangan, meja, kursi dan lemari kecil, serta sebuah cermin tegak berukuran besar. Pada bayangan cermin terlihat foto pasangan RA Soelastri beserta suami, RM Tjokrohadisosro, yang menurunkan Prof Soekardono SH, Guru Besar UI, Jakarta.

RA Soelastri adalah puteri sulung RMAA Sosroningrat (Bupati Jepara) dari garwa padmi, semuanya tiga puteri. Sedangkan RA Kartini adalah anak keempat dari garwa ampil, semuanya ada 5 putera dan 3 puteri. Pada bayangan cermin juga terlihat papan hitam berisi tulisan riwayat singkat Kartini. Disebutkan bahwa ia menikah dengan RMAA Djojodiningrat pada 8 November 1903, dan wafat pada 17 September 1904, sekitar empat hari setelah melahirkan putera pertamanya, yaitu RM Soesalit. Walaupun demikian Kartini disebut telah berhasil menamkan semangat “gender”.

Foto dokumentasi yang memperlihatkan RA Kartini bersama para muridnya. Di baris belakang adalah Roekmini, Kartinah, Soemarti, dan Kartini. Foto ini adalah repro dari koleksi KITLV Leiden. Kartini bersama saudaranya, atas seijin sang ayah, mendirikan sekolah bagi wanita di pendopo kabupaten, yang dilanjutkannya di tempat baru saat menikah dan tinggal di Rembang.

Museum Kartini Jepara dibangun di atas tanah seluas 5.210 m2, dengan luas bangunan 890 m2 terdiri dari tiga gedung berinisial K, T, dan N. Museum berdiri pada 30 Maret 1975, dan diresmikan pada 21 April 1977. Selain menyimpan koleksi peninggalan R.A. Kartini, ada pula peninggalan RMP Sosrokartono, benda arkeologi, kerajinan Jepara, dan kerangka ikan “Joko Tuwo” sepanjang 16 meter, yang ditemukan pada April 1989.

Source Museum Kartini Jepara trtavellersid
Comments
Loading...