Sejarah Benteng Portugis Jepara

0 497

Benteng Portugis, berada di perbatasan antara Kabupaten Jepara dan Pati Utara, tepatnya di Desa Banyumanis Kecamatan Donorojo Jepara Jawa Tengah. Dalam Sejarah Benteng Portugis tercatat bahwa Benteng ini pernah digunakan oleh dua masa penjajahan dan negara yang berbeda yaitu oleh pendirinya sendiri, Bangsa Portugis sekitar abad 16 dan masa pendudukan Jepang saat Perang Dunia ke II abad 20.

 

 

 

 

 

 

Benteng Portugis ini dibangun tidak lepas karena keinginan Kerajaan Mataram untuk mengalahkan VOC (Belanda) yang akhirnya meminta bantuan kepada pihak ketiga yang bermusuhan dengan Belanda yaitu Portugis. Sebelumnya diceritakan Pada tahun 1916 Kota Sunda Kelapa / Jayakarta diduduki oleh VOC Belanda dan merupakan awal pendudukan Imperialis Belanda atas Bumi Indonesia. Sultan Agung yang saat itu merupakan Raja Kerajaan Mataram Islam merasa bahwa keberhasilan Belanda menguasai Jayakarta akan mengancam kekuasaan Mataram. Sehingga Sultan Agung berinisiatif untuk menyerang Belanda dengan mempersiapkan armada perangnya untuk menyerang kota Jayakarta yang diduduki oleh VOC Belanda.

Masa penyerangan Sultan Agung terhadap VOC berlangsung selama 2 tahun berturut-turut, yaitu antara 1628 sampai 1629 tapi kekalahan diderita oleh pihak Mataram. Atas kekalahan tersebut Sultan Agung berfikir bahwa kemenangan atas Belanda dapat diraih jika serangan dilancarkan dari dua arah secara bersamaan yaitu dari darat dan laut. Sedangkan pasukan Mataram hanya mahir dalam peperangan di darat. Untuk itulah Sultan Agung meminta bantuan kepada Bangsa Portugis yang saat itu adalah seteru dari VOC. Itulah sebabnya kenapa ada Benteng Portugis di kota Jepara.

Bangsa Portugis hanya sebentar menempati benteng ini. Ada dua versi cerita yang membuat Portugis meninggalkan benteng ini. Versi pertama, Banyaknya korban yang berjatuhan serta menghilang secara misterius dari Bangsa Portugis memaksa Portugis meninggalkan Benteng ini. Konon di sekitar Pulau Mandalika tardapat pusaran air laut yang menurut cerita rakyat, pusaran air itu adalah pintu gerbang Keraton Luweng Siluman yang di rajai oleh siluman Buaya Putih. Siluman Buaya Putih pernah bersumpah setelah dikalahkan oleh Ki Leseh bahwa, siapapun orang yang berkulit putih seperti dengan warna kulitnya akan disedot dalam pusaran air lauh hingga orang tersebut hilang entah kemana. Karena seringnya kejadian misterius itu ditambah dengan cerita rakyat sekitar yang mulai dipercaya oleh Bangsa Portugis membuat mereka meninggalkan benteng tersebut. Meski itu hanya cerita rakyat atau mitos tapi setidaknya itulah saat ini salah satu cerita yang dipercaya oleh masyarakat sekitar.

Source Sejarah Benteng Portugis Jepara tribun jeteng
Comments
Loading...