Museum WR Soepratman

0 394

Wage Rudolf Soepratman adalah pencipta lagu kebangsaan Indonesia lagu Indonesia Raya. Wr. Soepratman dilahirkan pada Senin 9 Maret, 1903 di Jatinegara Jakarta, ia seorang Muslim dan tidak mengikuti organisasi politik apapun. Ayahnya bernama Senen yaitu seorang sersan di Batalyon VIII. Wr. Soepratman diasuh oleh kakak iparnya WM Van Eldik (Sastromihardjo) ia telah belajar bermain gitar dan biola.

WR Soepratman pernah tinggal di rumah di Jalan Mangga 21Surabaya yang kini dijadikan museum, dia wafat tahun 1938. Setelah ditinggal keluarga W.R. Supratman pada masa revolusi 1945, rumah tersebut ditempati oleh keluarga Cina sampai 1974. Setelah itu, rumah tersebut dibiarkan kosong selama 27 tahun. Museum WR Soepratman diresmikan pada 28 Oktober 2003 olah Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika. Renovasi pernah dilakukan dengan izin Sekretaris Kementerian Negara Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwanda. Benda bersejarah yang dipamerkan di museum ini seperti biola, foto keluarga WR. Soepratman, dan berbagai pigura berisi fotokopi lagu-lagu karya WR. Soepratman. Untuk menarik minat masyarakat, di halaman museum juga dibangun patung tokoh nasional ini. Museum ini merupakan cagar budaya yang dilindungi Undang-Undang No. 592 dan Peraturan Pemerintah Nomer 10 Tahun 1993. Di Museum ini bisa dilihat tulisan asli WR Soepratman ketika ia membuat lagu Indonesia Raya pada saat pertama, dan juga biola historis yang menemaninya saat membuat beberapa lagu kebangsaan.

Pada bulan Oktober 1928 di Jakarta, diadakan sebuah Kongres Pemuda yang melahirkan ‘Sumpah Pemuda’. Pada malam penutupan kongres, pada tanggal 28 Octobers 1928, Supratman memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental di depan para peserta. Waktu itu merupakan pertama kalinya lagu Indonesia Raya ini bergema di depan publik. Semua partisipan terkejut mendengarnya. Setelah itu, Lagu Indonesia Raya selalu tidak pernah ketinggalan untuk dibawakan di setiap kongres yang berlangsung. Lagu ini merupakan perwujudan dari keinginan bersama untuk sebuah kemerdekaan.

Lagu terakhir yang beliau ciptakan berjudul Matahari Terbit, dan karena lagu itu pulalah, Beliau di penjara di Kalisosok dan pada akhirnya meninggal pada tanggal 17 Agustus 1938. Pada 26 Juni 1959, Pemerintah Regulasi 44 mengumumkan bahwa Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan Indonesia.

Source Museum WR SOEPRATMAN wisatasurabaya
Comments
Loading...