Museum Trinil atau Kepurbakalaan Trinil di Ngawi

0 453

Museum Trinil atau Kepurbakalaan Trinil terletak di Dukuh Pilang, desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Berjarak 14 km dari Kota Ngawi ke arah Barat Daya, pada km 10 jalan Raya Ngawi, Solo

Awal mula berdirinya museum Trinil adalah ditemukannya situs fosil makhluk purba pada ribuan tahun yang lalu, adapun fosil makhluk hidup purba tersebut meliputi manusia purba, hewan purba dan tumbuhan sehingga masyarakat setempat sepakat mendirikan museum untuk mengabadikan dan menyuguhkan pameran kepada pengunjung.

Sedangkan Penyebutan nama Trinil berawal dari tiga nama desa yang menjadi objek penelitian Eugene Dubois mengenai Fosil. Tiga desa tersebut meliputi Desa Kawu, Desa Gemarang dan Desa Ngancar sehingga diberi sebutan Tri. Ketiga desa tersebut berada dalam kawasan bengawan solo dimana bengawan ini memiliki debit air yang besar layaknya sungai Nil yang berada di Mesir sehingga dikiaskan dengan sungai Nil dan jadilah nama yang disebut Trinil.

 

 

 

 

 

 

 

 

Di sebelah Barat Daya di halaman museum terdapat bangunan berupa monumen yang didirikan oleh Eugene Dubois yang pertama kali menemukan situs ini. Di monumen itu dituliskan angka tahun pertama kali penemuan fosil manusia purba yang diberi nama Pithethropus Erectus di samping manusia purba di dalam museum sendiri juga banyak ditemukan berbagai macam fosil binatang purba, yang paling terkenal adalah ditemukan gading gajah purba yang sangat besar jika dibandingkan dengan ukuran gading gajah biasa. Manusia purba ini diperkirakan berada pada zaman pleistosin tengah atau satu juta tahun yang lalu. Selain fosil juga terdapat berbagai koleksi batu yang di pamerkan seperti batu andesit, batu bata, batu putih, terakota, keramik dan logam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Museum Trinil menjadi wahana wisata sejarah yang masih dikelola oleh pemerintahan kota setempat sehingga tempat ini menjadi tempat yang harus dilestarikan. Hingga saat ini museum Trinil sering dikunjungi oleh pelajar dan kalangan akademisi. Selain berwisata, mereka juga dapat memperoleh banyak pengetahuan serta pengalaman mengenai fosil, penelitian ilmiah juga sering dilakukan oleh para peneliti untuk mengungkapkan sejarah pada zaman purba.

Harga tiket untuk memasuki Museum Trinil adalah Rp1.000 untuk anak-anak/pelajar dan Rp3.000 untuk dewasa. Tiket ini dibayarkan di pos penjaga yang terdapat di luar museum. Jam buka Museum Trinil yaitu pada hari Selasa-Minggu 08.00-15.00 WIB, Jumat 11.00-13.00 (istirahat), kemudia pada hari Senin museum tutup.

Source Museum Trinil Ngawi suara.com
Comments
Loading...