Museum Radya Pustaka Surakarta

0 294

Museum Radya Pustaka Surakarta

Museum  Radya Pustaka Surakarta adalah museum yang berisikan benda – benda kuno serta peninggalan sejarah masa lampau. Museum ini memiliki banyak pustaka yang terdapat didalamnya. Benda pusaka tersebut dijaga dan dirawat dengan baik, pusaka ini memiliki berbagai macam keunikan masing-masing, benda tersebut diantaranya pusaka tombak, keris, meriam, gasi besi, dan sebagainya. Benda – benda tersebut memiliki nilai dan sejarah yang berbeda-beda. Kerajaan yang pusakanya berada di museum tersebut di antaranya yaitu Mataram, Majapahit, Demak dan Kerajaan Pajang.

Di dalam Museum Radya Pustaka ini juga terdapat sepasang keris yang di anggap keramat yaitu Keris Nagasasra dan Keris Kyai Sabuk Inten. Keris ini merupakan peninggalan zaman kerajaan Majapahit yang  dijadikan sebagai simbol suatu kejayaan dari kerajaan tersebut. Dalam hal pemasangan keris ini juga diyakini bahwa ini merupakan simbol hubungan dengan Tuhan.

Selain keris ada pula senjata yang memiliki nilai sejarah yaitu Meriam. Di museum ini ada meriam yang dinamakan dengan Kanjeng Nyai Sitomi, meriam ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Mataram Islam. Meriam ini juga di kenal dengan meriam berpasanagan, karena meriam ini ada 2 dan memiliki nama Kanjeng Kyai Bagus dan Kanjeng Kyai Alus serta Kanjeng Kyai Nakulo dan Kanjeng Kyai Sadewo, nama – nama ini merupakan nama yang diberikan oleh VOC. Benda – benda yang ada di museum selalu diperlakukan dengan baik dan di jaga khususnya pada saat diadakannya pelaksanaan Upacara.

Museum ini jua merupakan  museum yang tertua di Indonesia yang di bangun pada 28 Oktober 1980 oleh Kanjeng Adipati Sosrodiningrat IV, Pepatih Dalem pada masa pemerintahan Paku Buwono IX dan Paku Buwowo X. Jam buka museum ini yaitu pada hari Selasa-Minggu 09:00 – 14:00 sedangkan untuk hari Senin tutup,adapun  makna dari museum ini yaitu sebagai perpustakaan keraton atau perpustakaan negara.

Bangunan pada museum ini merupakan bangunan yang sudah lama dengan gaya arsitektur Belanda, pada zaman dahulu bangunan museum ini lebih dikenal dengan nama Loji Kadipolo, milik Johanes Busselaar dan pada akhirnya dibeli oleh Sri Susuhunan Pakubuwono X, sampai akhirnya diserahkan kepada Paheman Radya Pustaka pada bulan Januari tahun  1913 untuk di jadikan sebuah museum. Adapun luas bangunan ini yaitu 523,24 m2 yang memiliki bagian dengan luas masing-masing yaitu pada ruang pameran tetap seluas 389,48 m2, ruang perpustakaan 33,76 m2 serta ruang perkantoran 100m2.

Biaya tiket masuk di Museum Radya Pustaka beraneka ragam, tergantung tingkat usia pengunjung untuk anak-anak di kenakan biaya Rp 1.500, untuk pengunjung umum Rp 2.000, sedangkan untuk wisatawan asing Rp 5.000. Untuk pemotretan atau berfoto dengan koleksi membayar Rp 5.000. Harga tiket masuk ini termasuk murah dan tidak akan menguras dompet sebagai bonus plus kita dapat menambah pengetahuan dan informasi mengenai sejarah.

Source Museum Radya Pustaka Surakarta Kasunanan Hadiningrat Surakarta
Comments
Loading...