Mengenal Situs Indra Patra Banda Aceh

0 1.158

Situs Indra Patra Banda Aceh

 

Situs sejarah tua kota Aceh yang terletak di sekitar pantai Ujoeng Kareung, tepatnya di Desa Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, hingga kini masih berdiri kokoh. Benteng yang di beri nama Benteng Indra Patra ini merupakan salah satu benteng yang tidak lapuk dimakan oleh usia, sampai sekarang benteng ini masih berdiri kokoh dan tetap tegar walaupun sempat adanya bencana Tsunami. Terletak 19 km ke arah barat dari Banda Aceh, dapat di tempuh sekitar 30 menit dengan motor roda dua.

Indra Patra Banda Aceh

Sejarah Indra Patra Banda Aceh

Dahulu benteng ini dibangun pada masa Pra-Islam oleh Raja Kerajaan Lamuri yaitu merupakan Kerajaan Hindu Pertama di Aceh, yang tepat pada abad ke VII Masehi. Maksud atau tujuan utama dari pembuatan benteng ini kala itu untuk membendung serta membentengi masyarakat kerajaan Lemuri dari ledakan meriam meriam yang berasal dari kapal-kapal Perang Portugis. Selain itu benteng ini juga dipakai sebagai tempat beribadah para Umat Hindu di Aceh kala itu. Karena alasan demi pertahanan dan keamanan kerajaan, maka benteng ini dibangun di tempat yang sangat strategis, yaitu di bibir pantai yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka.

Dahulu, Benteng Indra Patra bahkan sempat berlangsung sampai masa menyebarnya Agama Islam di Aceh ini tiba. Tepatnya di masa Sultan Iskandar Muda, dengan laksamananya yang sangat terkenal dan disegani, yang bernama Laksamana Malahayati yang juga merupakan laksamana wanita yang pertama di dunia. Benteng Indra Patra juga berfunsi untuk benteng pertahanan bagi Kerajaaan Aceh Darussalam dari serangan musuh yang datang dari laut.

Namun, sekarang hanya tinggal dua dari tiga benteng yang masih berdiri kokoh. Benteng yang pertama berukurang 70m x 70m dengan tinggi 4 meter, dan ketebalan dinding yang mecvapai sekitar 2 meter. Arsitektur yang sangat unik dan besar, benteng Indra Panca ini terbuat dari beton kapur yaitu susunan batu dunung dengan perekatnya dari campuran kapur, tanah liat, dan alusan kulit kerang serta telur.

Pada benteng utama juga terdapat dua buah stupa atau seperti bangunan yang menyerupai kubah yang di dalam/ dibawah kubah tersebut terdapat sumur/ sumber air berih, yang dahulu dimanfaatkan oleh umat hindu untuk mensucikan diri dalam rangka peribadahannya. Tak hanya itu, di dalam benteng juga terdapat banker yaitu tempat untuk penyimpanan meriam serta peluru dan senjata.

Indra Patra Banda Aceh bagian dalam

Benteng merupakan situs sejarah yang mempunyai cerita tersendiri. Di belakangnya ada kisah perlawanan, pemberontakan, intrik dan heroism orang-orang di zamannya. Demikian juga dengan Benteng Indra Patra yang terletak di Kecamatan Masjid Raya, jalan Krueng Raya, sekitar 19 km dari Banda Aceh, menuju Pelabuhan Kr Raya.

Dengan adanya Benteng Indra Patra sebagai situs bersejarah maka masyarakat atau kita sebagai warga nega Indonesia yang cinta tanah air perlu menjaga serta melindunginya. Dari segi fisiknya bangunan ini lama kelamaan akan mengalami kerusakan yang merupakan faktor alam. Seperti hujan, panas, dna pengambilan material oleh masyarakat perlahan – lahan bagian-bagian pada benteng ini akan runtuh satu persatu. Bahkan bentuk aslinya pun akan tidak kelihatan lagi karena mengelupasnya dinding dan batu pondasi yang jatuh satu persatu.

Sedangkan dari segi sejarahnya, cerita cerita seputar keberadaan benteng ini perlahan lahan akan dilupakan orang. Dan bahkan masyarakat yang tinggal di sekitar benteng ini tidak semua tahu asal muasal dinding besar yang berdiri nkokoh di depan rumah mereka. Karena jaman sudah berbeda dengan dahulu, kini masyarakat hanya tinggal menikmati saja tanpa mengetahui sejarah sejarahnya atau asal usulnya.

Pada awalnya benteng ini ada 3 kemudian karena adanya bencana tsunami di Aceh pada tahun 2004 silam kini benteng yang tersisa hanya tinggal dua saja itu pun pintu pada bentengnya telah hancur dimakan tsunami. Dan kita sebagai masyarakat yang menghargai sejarah sudah selayaknya benteng Indra Patra ini kita rawat dan melestarikannya. Jangan sampai orang-orang hanya bisa berkata sambil menunjuk ke arah reruntuhan.

Source Situs Indra Patra Situs Sejarah, Benteng Indra Patra
Comments
Loading...