Kerajaan Tarumanegara Citarum

0 1.579

Sejarah Kerajaan Tarumanegara Citarum

Kerjaan Hindu tertua nomor dua di Indonesia setelah kerajaan Kutai ini berkuasa di area barat pulau Jawa pada abad ke 4 dingga abad ke 7 Masehi. Tarumanegara berasal dari kata tarum dan Nagara. Tarum sendiri adalah nama sungai yang membelah jawa barat atau yang sekarang sering di sebut sungai Citarum sedangkan kata Negara yang dapat di artikan sebagai suatu negara atau kerajaan.

Sampai saat ini berdirinya Kerajaan Tarumanegara masih di pertanyakan oleh para ahli sejarah. Salah satu sumber sejarah yang sangat lengkap yang membahas tentang Kerajaan Tarumanegara adalah Naskah Wangsakerta. Kini Naskah Wangsakerta ini masih di perdebatkan antara para sejarawan tentang isi keaslianya. Menurut Naskah Wangsakerta, pada abad ke-4 Masehi, pulau dan beberapa wilayah Nusantara lainnya didatangi oleh sejumlah pengungsi dari India yang mencari perlindungan akibat terjadinya peperangan besar di sana. Para pengungsi itu umumnya berasal dari daerah Kerajaan Palawa dan Calankayana di India, pihak yang kalah dalam peperangan melawan Kerajaan Samudragupta (India).

Maharesi yang memiliki nama Jayasingawarman adalah merupakan salah satu pemimpin rombongan pengungsi Calankayana. Setelah Jayasingawarman mendapatkan persetujuan dari raja yang berkuasa di barat Jawa yaitu Dewawarman VIII, Raja Salakanagara, maka dari itu Jayasingawarman membuka pemukiman baru di dekat sungai Citarum. Tarumadesya atau Desa Taruma adalah nama desa yang dibuat oleh Jayasingawarman. Setelah sepuluh tahun kemudian, desa Taruma ini banyak para pendatang yang tinggal di desa sehingga desa Tarumadesya ini menjadi besar berkembang dan menjadi setingkat kota/negara. Tak hanya itu, karena perkembangan yang sangat pesat dan semakin hari semakin terlihat perkembangannya, maka dari itu pula Jayasingawarman membentuk sebuah kerajaan yang di sebut dengan Kerajaan Tarumanegara.

Tarumanegara mencapai puncak kejayaannya saat dipimpin oleh Purnawarman. Saat pemerintahan di pegang oleh beliau, kerajaan Tarumanegara semakin di perluas untuk menaklukan kerajaan kerajaan yang berada di sekitarnya. Dapat tercatat bahwa luas kerajaan ini tak beda jauh dengan luas wilayah Jawa Barat sekarang. Raja Purnawarman juga dikenal sebagai raja yang kuat dan bijak kepada rakyatnya.

Runtuhnya kerajaan ini dimulai dari raja ke 12 Tarumanegara, Raja Linggawarman. Raja ini memiliki 2 orang putri yaitu Dewi Minasih dan Sobakencana yang menikah dengan Dapunta Hyang Sri Jayanasa yaitu pendiri kerajaan Sriwijaya. Kepemimpinan Tarumanegara kemudian akhirnya jatuh di tangan Tarusbawa yaitu istri dari Minasih. Pada masa kepemerintahan Tarusbawa, pusat kerajaan Tarumanagara ke kerajaanya sendiri yaitu Kerajaan Sunda (Kerajaan bawahan Tarumanagara) dan kemudian mengganti Kerajaan Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda.

Kerajan Tarumanegara

Sumber sumber Kerajan Tarumanegara adalah sebuah prasasti, ada tujuh prasasti yang menjadi sumber sejarah yaitu, prasasti Ciareteun, prasasti Pasri Koleangkak, prasasti Kebonkopi, prasasti Tugu, prasasti Pasir Awi, prasasti Muara Cianten, prasasti Cidanghiang. Selain prasasti, ada juga beberapa sumber sejarah kerajaan Tarumanegara yang berasalh dari Cina, seperti Berita dari Fa-Hien seorang pendeta budha musafir dari cina, Berita dari Dinasti Soui, berita dari Dinasti Tang Muda.Selama berdirinya Kerajaan Tarumanagara dari abad ke-4 sampai abad ke-7 Masehi, kerajaan tersebut pernah dipimpin oleh 12 orang raja, diantaranya:

  1. Jayasingawarman (358-382 M.)
  2. Dharmayawarman (382-395 M.)
  3. Purnawarman (395-434 M.)
  4. Wisnuwarman (434-455 M.)
  5. Indrawarman (455-515 M.)
  6. Candrawarman (515-535 M.)
  7. Suryawarman (535-561 M.)
  8. Kertawarman (561-628 M.)
  9. Sudhawarman (628-639 M.)
  10. Hariwangsawarman (639-640 M.)
  11. Nagajayawarman (640-666 M.)
  12. Linggawarman (666-669 M.)

Pertanian dan peternakan merupakan sumber ekonomi dari masyarakat Tarumanegara. Hal ini dapat di nyatakan karena sesuai dari ini dari Prasasti Tugu yang berisi tentang pembangunan atau penggalian saluran Gomati yang panjangnya sampai 12 km yang selesai di kerjakan pada waktu 21 hari. Masyarakat Kerajaan Tarumanagara juga berprofesi sebagai pedagang mengingat letaknya yang strategis berada di dekat selat sunda.

Pembangunan/penggalian itu mempunyai arti ekonomis bagi rakyat, karena dapat digunakan sebagai sarana pengairan dan pencegahan banjir. Selain penggalian saluran Gomati dalam prasasti Tugu juga disebutkan penggalian saluran Candrabhaga. Dengan demikian rakyat akan hidup makmur, aman, dan sejahtera.

Sedangkan dari segi kebudayaan sendiri, Kerajaan Tarumanagara bisa dikatakan kebudayaan mereka sudah tinggi. Terbukti dengan penggalian sungai untuk mencegah banjir dan sebagai saluran irigasi untuk kepentingan pertanian. Terlihat pula dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf pada prasasti yang ditemukan, menjadi bukti kebudayaan masyarakat pada saat itu tergolong sudah maju.

Source Kerajaan Tarumanegara Citarum zonasiswa
Comments
Loading...