Prasasti Padlegan I, Kediri

0 357

Prasasti Padlegan I

Prasasti yang bernama Padlegan I ini di ketahui penemuan ini berasal dari Desa Pikatan, Distrik Srengat, Afdeling Blitar, Residentie Kediri, hal ini berdasarkan VOJ 1891. Kemudian prasasti ini di pindahkan ke Pendopo Kabupaten Blitar yang sekarang menjadi Museum Penataran Kab. Blitar. Prasasti yang berbentuk stella ini memiliki puncak kurawal dengan tingginya 145 cm dengan lebar atas 81 cm dan lebar bawah 70 cm, serta memiliki tebal 18 cm.

Meski sekarang aksara jawa kunonya sudah banyak yang aus, prasasti ini telah terbaca oleh JLA Brandes dan didokumentasikan lewat Oud Javansche Oorkonde dengan nomor prasasti no. LXVII. Prasasti yang penganggalan angka tahun 1038 saka atau 11 Januari 1117 M ini memuat nama Raja, Raja yang di sebut adalah Bameswara dengan gelar lengkapnya yaitu çrï (mahā)raja çrï bāmeḉwara sakalabhuwaņatuṣṭikāraņa (sa)rwwāniwāryyawïryya parakrama digjayotunggadewa. Prasasti ini merupakan prasarti pertama yang di keluarkan oleh raja Bameswara. Prasasti ini juga menjadi prasasti pertama kerjaan penjalu/ kadiri setelah mengalami masa gelap sekak Raja Samarawijaya ( 1042 M – 1044 M ) yang berkuasa di Daha setelah pembagian kerajaan oleh Raja Airlangga.

Prasasti ini sampai sekarang masih tersimpan di Museum Penataran, Kabupaten Blitar. Jika di lihat bagian atas yaitu depan dan belakang prasasti ini terdapat ornamen lancana yang disebut Candrakapala. Lancana ini di gambarkan dengan kepala berupa tengkorak yang terlihat  dari tulang – tulang pipi dan dahi yang menonjol, memiliki mata yang bulat besar yang terlihat seperti sedang melotot dan senyuman senyuman menyeringai lebar dengan dua gigi besar di depan serta gigi taring di kanan kirinya membuat sosok tersebut tampak seram. Pada dahinya terdapat juga bulatan yang agak melengkung yang dimungkingkan itu adalah itu adalah bulan sabit dengan kedua ujungnya menghadap ke bawah. Sekilas kepala dan bulan ini menyerupai candrakapala, yaitu perhiasan yang dipakai pada rambut dewa siwa (Candrashekara). Pada sisi kanan kiri kepala itu dihiasi sulur – suluruan yang melingkar.

Di sebutkan bahwa isi prasasti ini adalah memperingati penetapan suatu daerah yang menjadi sima sebagai anugrah raja Bameswara kepada para pejabat Desa Padlegan, karena mereka telah menunjukan kesetiaanya kepada raja dengan mengorbankan jiwanya di medan pertempuran (Boechari, 2012 : 16-17).

 

Source Prasasti Padlegan I Prasasti Padlegan I
Comments
Loading...