Masjid Tua Kebayakan, Rumah Ibadah Muslim Aceh Tengah

0 137

Masjid Tua Kebayakan

Rumah ibadah pertama bagi masyarakat muslim Aceh Tengah, Takengon adalah mesjid yang berada di desa Bukit Kecamatan Kebayakan yang dinamakan Masjid Tue atau Masjid Tua. Masjid Tue berdiri pada tahun 1901. Masjid Tua ini dulunya masih beratapkan rumbia yakni daun yang berasal dari daun sagu dan Ijuk yakni daun yang berasal dari pelepah daun kelapa. Masjid ini didirikan pada tahun 1895 di Kampung Kabayakan, Kabupaten Aceh Tengah.

Pada saat Belanda menyerang Kampung Kabayakan pada 22 Mei 1905, masjid ini hampir rampung dibangun. Pembangunan masjid ini dilakukan secara bergotong-royong oleh masyarakat Kampung Lot Kala, Gunung Bukit, dan Kampung Jongok Meluem atau Sagi Onom dan Sagi Lime yang kepanitiaannya diketuai oleh Teungku Khatib. Arsitektur masjid ini dirancang oleh seorang arsitek berdarah Cina bernama Burik.

Menurut riwayat atau cerita, masjid Tue ini adalah masjid pertama yang dibuat dikabupaten Aceh tengah dibawah kepemimpinan Reje atau raja Mamat, dilanjutkan Reje Ma’un, lalu Reje Ilang dan dilanjutkan Reje Bukit terakhir yakni Reje Ampon Zainuddin. Dahulu, sekemungkinan masyarakat kebayakan melakukan sholat Jumat di Masjid tersebut. Namun demi masa perubahan itu ada sehingga akhir-akhir ini dijadikan sirus sejarah untuk Kabupaten Aceh Tengah.

Setelah dijadikannya masjid itu menjadi salah satu situs sejarah lahirlah masjid-masjid lain seperti Masjid Al-Abrar, Masjid Az-Zikra atau Lot Kala, Masjid Al-Ikhlas atau Pinangan, Masjid Mendale dan Lain-lain. Reje Kampung Bukit saat ini, Bapak Gamura Ali Bersah mengatakan “Kami selaku rakyat Kampung Bukit selalu menjaga dan memelihara mesjid Tue atau Masjid Tua tersebut”.

Source Masjid Tua Kebayakan Masjid Tua Kebayakan
Comments
Loading...